Persona

Dokter Hewan Cantik Ini Lebih Pilih Menyelamatkan Kucing Terlantar Ketimbang Pelihara Kucing Ras

Almaedawati Erina lebih memilih menyelamatkan kucing-kucing bermasalah ketimbang memelihara kucing ras yang cantik, ini alasannya.

Dokter Hewan Cantik Ini Lebih Pilih Menyelamatkan Kucing Terlantar Ketimbang Pelihara Kucing Ras
Surabaya.tribunnews.com/Achmad Pramudito
Almaedawati Erina 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memelihara kucing ras, bagi sebagian besar orang menyenangkan. Namun, wanita bernama Almaedawati Erina ini ternyata sama sekali tak tertarik pada kucing dengan bulu lebat dan wajah yang lucu-lucu itu.

Alih-alih demikian, sulung dari dua bersaudara ini justru pilih memelihara kucing kampung. Menariknya yang ada di rumah Erina tak sembarang kucing kampung, melainkan ‘kucing-kucing bermasalah’. Ada yang kakinya patah, atau matanya buta karena menderita penyakit.

“Masing-masing hewan yang aku pelihara ada ceritanya sendiri-sendiri. Kalau dijelasin satu-satu bikin sedih. Sebab rata-rata kan dibuang secara tragis oleh masyarakat," ungkapnya.

Sarjana Kedokteran Hewan dari Universitas Airlangga (Unair) ini lalu memaparkan saat malam-malam harus menembus lebatnya hujan demi menolong anak kucing kedinginan yang terjepit jeruji kendaraan.

“Pernah pula saat Subuh pintu rumah digedor tetangga diberi tahu ada hewan sakit,” tuturnya.

Saat ini ada sekitar 25 ekor kucing yang hidup bersama Erina. Itu belum termasuk kucing liar yang tinggal di sekitar rumah Erin.

“Kucing-kucing di sekitar rumah itu sering datang dan aku kasih makan juga,” imbuhnya.

Selain itu masih ada dua ekor anjing lokal, dan dua ekor jenis pom. Tapi semua sama sekali tidak beli, melainkan dia dapat sebagai upaya penyelamatan dan adopsi dari jalanan.

Semua hewan rescue tersebut juga disteril sehingga bebas dari penyakit.

“Selain itu, juga agar tidak berkembang biak. Saya hanya ingin fokus membantu kucing-kucing yang bermasalah,” ucap Erin yang menyelesaikan S2 juga di bidang kedokteran di Unair.

Halaman
12
Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved