Berita Pendidikan Surabaya

Tunggu Keputusan Mahkamah Konstitusi Soal SPP, Bu Risma Fokus Pembiayaan SD dan SMP

Pengambilalihan pengelolaan anggaran pendidikan SMA dan SMK ke Pemprov Jatim menjadikan Tri Rismaharini akna fokus ke pembiayaan untuk SD dan SMP.

Tunggu Keputusan Mahkamah Konstitusi Soal SPP, Bu Risma Fokus Pembiayaan SD dan SMP
Surabaya.tribunnews.com/Rorry Nurwawati
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (tengah) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengambilalihan pengelolaan anggaran pendidikan SMK/SMA oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) menyebabkan kini tak ada lagi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis.

Bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, meski memungkinkan ada mekanisme bantuan dari Pemkot agar SPP tetap gratis, namun mereka masih akan menunggu apapun hasil keputusan Mahkamah Konstitusi.

"Aku tetap menunggu hasil MK, aku gak mau ambil resiko apalagi itu menyangkut anggaran," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Minggu (22/1.2017).

Ya, pengelolaan pendidikan anggaran untuk SMK dan SMA yang selama ini dikelola oleh Pemkot khususnya untuk membantu pelajar dari keluarga kurang mampu, telah beralih tangan.

Meskipun Gubenur Jawa Timur telah memperbolehkan pemerintah daerah untuk membantu dalam pembiayaan disetiap sekolah-sekolah, tetap saja Risma menolaknya. Pasalnya Risma meragukan terkait laporan pertanggung jawabannya.

"Aku gak mau, laporannya bagaimana nanti bentuknya. Mendingan aku fokus buat pembiayaan SD terutama SMP yang kelulusannya harus benar-benar disiapkan. Aku nambah fasilitas sama ekskul buat anak-anak supaya semakin menunjang di sekolah," jelas mantan kepala Bappeko Surabaya ini.

Pemberian ekskul seperti prakarya, fashion, mejahit, musik dan lain sebagainya memang diinginkan Risma sejak dulu.

Kenapa harus pelajar sekolah dasar? Hal ini dikarenakan kemampuan intelektual dan pola pikir anak akan lebih mudah dibekali.

"Jadi aku ingin, sejak kecil anak-anak sudah bisa mahir dalam bermusik, menjahit, dan fashion. Supaya apa, supaya anak tidak perlu repot lagi ketika naik ke jenjang lebih tinggi. Adaptasinya itu akan jauh lebih mudah ketika dia sudah punya kemampuan sejak dini," tegasnya.

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved