Berita Bojonegoro

PT Freeport Wajib Lepas Saham 51 Persen kepada Pemerintah

“(Freeport) Harus mengikuti PP ini. Ini kan ketentuannya begitu,” ujar Jonan kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

PT Freeport Wajib Lepas Saham 51 Persen kepada Pemerintah
surya/Iksan Fauzi
Menteri ESDM, Ignasius Jonan melihat monitor kontrol operasi pengeboran minyak oleh EMCL di Central Control Room (CCR), Jumat (20/1/2017). 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Melalui Peraturan Pemerintah No 1/2017 tentang perubahan keempat atas PP No 23/2014 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara, pihak PT Freeport harus melepaskan saham sebesar 51 persen.

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengungkapkan itu saat berkunjung ke kantor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Lapangan Banyu Urip Bojonegoro, Jumat (21/1/2017) siang.

“(Freeport) Harus mengikuti PP ini. Ini kan ketentuannya begitu,” ujar Jonan kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Ia menjelaskan, sesuai UU 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (minerba), setelah 10 tahun beroperasi, semua perusahaan kontrak karya yang saat ini berjumlah 34, wajib melakukan divestasi saham sampai 51 persen kepada pemerintah.

Di dalam PP tersebut, ada tahapan penjualan saham. Menurut Jonan, tahapan pertama, pelepasan saham ditawarkan lebih dulu kepada pemerintah, apabila pemerintah tak berminat, maka ditwarkan kepada BUMN atau BUMD setempat.

“Kalau tidak ada yang minat lagi, ditawarkan kepada swasta nasional,” ujar Jonan kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Ia mengatakan, freeport boleh saja mempertahankan perjanjiannya menggunakan kontrak karya. Namun, dalam lima tahun sejak berlakunya UU Minerba 2009 sampai 2014, sudah tidak boleh ekspor kosentrat.

“Kalau freeport mau ekspor kosentrat dikasih waktu lima tahun, tapi satu harus mengubah kontrak karya menjadi IUPK (izin usaha pertambangan khusus). Pemegang kontrak karya wajib melakukan pengolahan dan pemurnian selambat-lambatnya lima tahun,” katanya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved