Berita Kediri

Para Pemuda Kediri Tolak Pemindahan Makam Tan Malaka ke Limapuluh Kota

"Banyak pahlawan gugur juga dimakamkan di lokasi wafatnya. Seperti Cut Nyak Dien dari Aceh yang dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat."

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni
surya/didik mashudi
Makam Datuk Ibrahim Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Rencana pemindahan Makam Pahlawan Nasional Tan Malaka semakin banyak ditentang.

Malahan aktifis Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kediri Raya menggelar aksi di pusara Tan Malaka, Sabtu (21/1/2017).

Dalam aksinya GPN menentang rencana keluarga ahli waris bersama Pemkab Limapuluh Kota yang akan memboyong kerangka Tan Malaka dari Kediri ke tanah kelahirannya di Sumatera Barat.

Ketua DPP GPN Verry Ahmad menyatakan, pahlawan merupakan aset bangsa Indonesia. Dimanapun berada menjadi kewajiban kita bersama untuk menghormati serta menjadikan roh perjuangan masyarakat.

"Banyak pahlawan gugur juga dimakamkan di lokasi wafatnya. Seperti Cut Nyak Dien dari Aceh yang dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat," ungkap Verry Ahmad kepada SURYA.co.id  (TRIBUNnews.com Network).

Untuk itu DPP GPN menyatakan menolak pemindahan makam pahlawan Tan Malaka dari Desa Selopanggung.

Usai membacakan pernyataan sikap para aktifis GPN kemudian melakukan tabur bunga di pusara makam Tan Malaka. Juga digelar spanduk bertuliskan Menolak Pemindahan Makam Tan Malaka.

Malahan sebuah poster berisi kata-kata mutiara Tan Malaka juga ikut dipajang. Poster ini bertuliskan, "Ingatlah bahwa dari dalam kubur suara saya akan lebih keras daripada di atas bumi".

Para aktifis sebelum melakukan tabur bunga juga melakukan orasi yang intinya tidak setuju makam Tan Malaka dipindah.
"Makam Tan Malaka menjadi tempat inspirasi anak-anak muda yang berjuang," tandasnya.

Verry Ahmad mengaku sangat prihatin dengan rencana pemindahan atau mengangkat jasad pahlawan karena sangat tidak elegan dan tidak berdasar.

"Meski Tan Malaka lahir di Sumatera Barat, tapi kami masyarakat Kediri merasa ikut memiliki dan bangga," tandasnya.

Namun Verry mengaku tidak keberatan jika pemindahan Tan Malaka hanya dilakukan secara simbolis dengan mengambil tanah makamnya.

"Kalau yang dipindah makam dan jasad kerangka Tan Malaka. Kita akan kehilangan rohnya, kita menangis dan merintih," tegasnya.

Sebagai tindaklanjut dari aksi penolakan pemindahan makam Tan Malaka, DPP GPN akan mengirimkan surat kepada keluarga ahli waris Tan Malaka dan Pemkab Limapuluh Kota.

Rencana pemindahan makam Tan Malaka ini pertama kali diungkap Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan usai ziarah.

Malahan telah ditetapkan rencana pemindahan bakal dilakukan tepat pada hari kemariannya pada 21 Februari 2017.

Tan Malaka yang memegang Testamen Presiden Soekarno meninggal karena dieksekusi regu tembak pada 21 Februari 1949. Masalahnya Tan Malaka berselisih paham dengan para petinggi militer di Kediri.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved