Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya

La Nyalla Kembali Pimpin Kadin Jatim, Begini Rencananya

La Nyalla Mahmud Mataliti yang sempat tersandung dugaan korupsi, akhirnya kembali memimpin Kadin Jatim. Ini rencananya ke depan.

surabaya.tribunnews.com/Sri Handi Lestari
Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mataliti, saat membuka kegiatan konsolidasi organisasi di Graha Kadin, Jumat (20/1/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah dinyatakan tak bersalah dan dibebaskan oleh pengadilan dalam dugaan korupsi, La Nyalla Mahmud Mataliti kembali memimpin Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Jawa Timur.

Sebelumnya, selama La Nyalla fokus ke persidangan yang harus dia hadapi, jabatan ketua tersebut dijabat sementara oleh Deddy Suhajadi.

Dalam kegiatan konsolidasi organisasi Kadin Jatim di Graha Kadin, Jumat (20/1/2017), La Nyalla mengaku siap menjalankan tugasnya lagi.

Dirinya menegaskan akan tetap bekerja dan melaksanakan program akselerasi perdagangan antar pulau dengan atau tanpa uang dari APBD.

"Kami akan jalankan akselerasi perdagangan dalam negeri. Kami bangkitkan semangan UMKM untuk terus berproduksi. Kalau dulu gunakan uang APBD, maka sekarang gunakan dana sendiri-sendiri. Ada caranya," tegas La Nyalla.

Didampingi Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi, La Nyalla mengatakan bahwa saat ini Kadin bergerak memacu UMKM untuk meningkatkan produksi.

Nantinya, produk tersebut diharapkan bisa mengisi gerai ritel modern di seluruh Jatim dan luar Jatim.

"Buat apa punya "mart" banyak tetapi diisi oleh produk impor. Untuk itu ketentuan harus dipenuhi karena disisi lain, produk UMKM itu jumlahnya kurang, bukan peritelnya yang tidak mau," kata Jamhadi menambahkan.

Sementara untuk kerjasama dengan pemerintah, akan dibuatkan model baru, tidak seperti sebelumnya, dimana ada dana besar masuk dan Kadin Jatim yang mengelola.

Nantinya, Kadin akan membuat banyak program yang akan dikerjasamakan dengan SKPD terkait, seperti dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata dan berbagai dinas lainnya.

"Tata kelola dan belanjanya nanti bisa dipilah. Program dimasukkan, biar SKPD nya yang membelanjakan. Dan saat ini Kadin juga tengah melakukan perbaikan dari sisi administrasi dan kesekretariatan," jelas Jamhadi.

Dalam kegiatan itu, La Nyalla juga menyinggung adanya Kadin Paradigma baru yang dipimpin oleh Basa Alim Tualeka, Menurut Nyalla, anggota tidak perlu merespon keberadaan Kadin Paradigma Baru tersebut.

"Biarkan saja, nanti juga akan selesai sendiri," komentar La Nyalla.

Dalam konsolidasi organisasi itu, Asisten Gubenur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur RB Fattah Jasin, meminta seluruh pengusaha Jatim dibawah kepemimpinan La Nyalla Mahmud Mattaliti untuk merapatkan barisan demi peningkatan ekonomi daerah.

Hal ini perlu dilakukan karena dari 17 sektor ekonomi, industri dan perdagangan adalah dua penyumbang terbesar ekonomi Jatim.

"Jangan habiskan energi untuk mengurusi hal-hal yang tidak penting, tetapi bagaimana berkonsentrasi mewujudkan visi dan misi gubernur untuk meningkatkan ekonomi Jatim," kata Fattah Jasin.

"Pesan Gubernur rapatkan barisan dan jangan alergi uang APBD, karena Kadin berhak mendapatkan sebagian dari alokasi dana pemerintah. Yang harus dilakukan hanya memperbaiki tata kelolah. APBD sangat bisa digunakan untuk melaksanakan program Kadin Jatim," sambungnya.

Lebih lanjut, Fattah Yasin mengatakan bahwa dana pemerintah adalah dana yang diperoleh dari pajak atau retribusi masyarakat. Sehingga penggunaannya diatur oleh undang-undang. Dan dalam UU tersebut, Kadin kabupaten kota serta Kadin Provinsi adalah salah satu lembaga yang berhak menerima.

Sementara alokasi dana, tentunya akan disesuaikan dengan visi dan misi gubernur, seperti tentang peningkatan kinerja UMKM.

"Dana dari APDB ini kan sangat kecil, hanya sekitar 8 persen dari total uang yang berputar. Maka salah satu fungsinya adalah untuk menfasilitasi aktivitas perdagangan dan industri. Apalagi selama ini program Kadin untuk peningkatan kinerja ekonomi Jatim sangat bagus," jelasnya.

Hal itu terbukti pada tiga empat tahun yang lalu, pertumbuhan ekonomi Jatim selalu naik dan pengangguran turun. Hanya saja, saat BPK masuk, ada persoalan di laporannya. Ini hanya soal administrasi, tata kelolah harus diperbaiki.

Sinergi ini harus tetap dilaksanakan agar target pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa tercapai dilevel 5,8 persen hingga 6 persen. Perdagangan antar pulau harus terus digenjot karena ekonomi China dan negara-negara lain masih banyak yang merah.

Khusus untuk perdagangan antar pulau, ia menargetkan tahun ini bisa tumbuh 8 persen hingga 10 persen dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 290 triliun. Kontribusi terbesar masih dari beberapa daerah di wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Maluku dan Ternate.

Terkait adanya lembaga lain yang mengatasnamakan Kadin Jatim, ia mengatakan bahwa sejauh ini pemprov akan mengikuti arahan dari Kadin pusat. Karena sebagai lembaga resmi, Kadin memiliki AD/ART sendiri dalam pergantian kepemimpinan.

"Intinya, gubernur siap bersama Kadin dan fasilitasi Kadin. Dan kami yakin bahwa Kadin yang sah adalah Kadin yang dibawah kepemimpinan pak Nyalla, sesuai keputusan Musprov Kadin Jatim dan juga sesuai dengan ketentuan Kadin Indonesia," tandas Yasin.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved