Berita Sidoarjo

Perbaiki Manajemen Air, Dinas PU akan Bangun Command Center Pengelolaan Air

Di Sidoarjo akan dibangun command center yang berfungsi untuk mengawasi pergerakan air. Dengan ini, potensi banjir di kota Delta bisa diantisipasi.

Perbaiki Manajemen Air, Dinas PU akan Bangun Command Center Pengelolaan Air
Surabaya.tribunnews.com/Irwan Syairwan
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah (kanan berkopiah) saat meninjau bendungan Lengkong di tarik beberapa waktu lalu 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sidoarjo akan membangun command center (CC) sebagai pusat utama pengelolaan manajemen air. CC ini nantinya akan mengawasi pergerakan air yang masuk ke Kota Delta, sekaligus penyelesaiannya.

Kepala Dinas PU Sidoarjo, Sigit Setyawan, mengatakan pengelolaan manajemen air di Sidoarjo tadinya tumpang tindih. Ada dua SKPD yang tadinya mengurusi, yaitu Dinas PU Pengairan dan Dinas PU Cipta Karya.

"Terutama dalam pengoperasian Rumah Pintu Air (RPA) karena dua dinas itu tadi memegang kendali. Kini, kedua dinas itu dilebur jadi satu, sehingga pembangunan CC untuk pengelolaan air nantinya akan jadi satu komando dan serentak," kata Sigit kepada Surya.co.id, Kamis (19/1/2017).

Sigit menuturkan di CC ini nanti pihaknya akan mengawasi air yang masuk ke Sidoarjo melalui Bendungan Lengkong dan Dam Pajaran.

Di kedua pintu air itu akan dipasang CCTV sehingga kondisi air yang masuk bisa dilihat secara real time.

Penyempurnaan kedua pintu air itu juga akan dilakukan, seperti membuat fiskal elevasi (ukuran ketinggian) air untuk menentukan batas aman air yang masuk.

"Kalau sudah melebihi elevasinya, misal, dari CC akan terpantau dan bisa kami ambil tindakan," sambungnya.

Tak hanya di dua pintu air tersebut saluran avur pun juga akan dilengkapi fiskal elevasi. Dengan demikian, jika suatu kawasan sudah mencapai elevasi maksimal, air di kawasan tersebut langsung dialihkan ke avur lain.

Sigit mengungkapkan batas elevasi tiap kawasan untuk bisa terjadi genangan air ataupun banjir berbeda. Pihaknya menyatakan tengah melakukan pemetaan terhadap tingkat elevasi untuk keseluruhan Kota Delta.

"Ada 14 RPA yang akan kami maksimalkan jika terjadi kenaikan elevasi air untuk menghindari terjadinya genangan di suatu kawasan. Kami sudah mematangkan rencana manajemen air melalui CC ini dan segera kami implementasikan," paparnya.

Selain perencanaan teknis, dengan anggaran Rp 90 miliar untuk 2017 yang belum termasuk APBD Perubahan, Sigit menyatakan tengah melakukan upaya fisik seperti normalisasi sungai, pelebaran sempadan, serta berupaya mengajak masyarakat berpartisipasi.

Dijelaskan, sebagai kota delta yang sebagian penduduk sebagai petambak dan petani, tentu pengelolaan air harus dilakukan bersama.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved