Selasa, 14 April 2026

Hukum Kriminal Surabaya

Gara-gara Kata 'Sini Tak Masukin' Dilontarkan pada Seorang Cewek, Customer Service Dihajar 6 Pria

Dalam percakapan tersebut, ternyata AMR yang kini menjadi buron polisi merasa dilecehkan oleh RF.

Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Parmin
surya/fatkhul alami
Para tersangka pengeroyokan karyawan Grapari Loop Station Surabaya diperlihatkan polisi di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (18/1/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Enam pelaku pengeroyokan dibekuk Satreskrim Polrestabes Surabaya. Para pelaku ini mengeroyok RF (25), salah satu karyawan Grapari Loop Station Jl Raya Darmo Surabaya.

Pengeroyokan RF yang bekerja di bagian customer service itu berawal ketika AMR (24), seorang perempuan asal Jl Kupang Jaya, Surabaya mau meng-upgrade sim card miliknya di lokasi tersebut.

RF awalnya menawarkan bantuan kepada AMR. Dalam percakapan tersebut, ternyata AMR yang kini menjadi buron polisi merasa dilecehkan oleh RF.

"AMR tersinggung atas ucapan korban yang mengatakan: Sini tak masukin. Kata itu membuat AMR merasa dilecehkan dan langsung menghubungi temannya," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno, Rabu (18/1/2017).

Datanglah AS (41), yang tidak lain sopir dari AMR. Pria asal Madura yang bekerja di keluarga AMR itu awalnya memaksa korban meminta maaf. Tapi, korban tidak mau lantaran merasa tidak bersalah.

‎Penolakan korban membuat AS emosi. AS pun memanggil lima temannya yang menunggu di luar.

Saat itulah, AMR memprovokasi supaya korban dihajar. Pengeroyokan pun terjadi.

AS, MS, MF, BS, SG, dan SB semuanya berasal dari Bangkalan dan berbadan gempal mengeroyok korban.

"Akibat pengeroyokan ini, korban mengalami luka-luka di wajah," terang Bayu.

Menjadi korban penganiayaan, RF melapor peristiwa tersebut ke polisi dan ditindaklanjuti dengan penangkapan keenam tersangka tersebut.

AS mengaku pengeroyokan oleh dirinya bersama teman-temannya lantaran emosi. Ia tidak terima AMR mendapat pelecehan.

"Jika korban minta maaf, saya dan teman-teman tidak akan memukul. Saya akui ini salah," ucap AS.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved