Berita Madiun

Tak Hanya Saksi, KPK juga Minta Dokumen Kinerja SKPD Kota Madiun 2016

Sebuah mobil pikap berplat nomor merah AE 8316 BP membawah sejumlah kardus berisikan dokumen.

Tak Hanya Saksi, KPK juga Minta Dokumen Kinerja SKPD Kota Madiun 2016
surya/rahadian bagus
Sejumlah dokumen berisi kinerja SKPD tahun 2016 yang diminta tim penyidik KPK. 

SURYA.co.id | MADIUN - Tak hanya memanggil sejumlah saksi, Tim Penyidik KPK juga meminta sejumlah berkas kinerja SKPD Kota Madiun sepanjang 2016.

Pantauan di lokasi, sebuah mobil pikap berplat nomor merah AE 8316 BP membawah sejumlah kardus berisikan dokumen.

Di bagian luar kardus ditempel kertas merah bertuliskan dokumen kinerja 2016.

"Kami diperintahkan untuk membawa dokumen ini sejak Kamis atau Jumat, lalu. Isinya kinerja SKPD 2016," kata staf BPKAD, Vicky Timotius yang mengantarkan dokumen ke gedung Baramakota, saat dikonfirmasi, Selasa (17/1/2017) pagi.

Vicky menuturkan, dia membawa 13 kardus berisi dokumen kinerja dari 34 SKPD di Kota Madiun.

Dari seluruh dokumen yang diminta, kata Vicky, dokumen dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (PKPO) yang paling banyak. "Paling banyak Dinas Pendidikan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, tim penyidik KPK kembali memeriksa sejumlah saksi terkait kasus gratifikasi dengan tersangka Wali Kota Madiun Bambang Irianto.

Pemeriksaan dilakukan di gedung Baramakota, komplek asrama polisi, Kota Madiun, Selasa (17/1/2017) pagi.

Hingga berita ini dikirimkan, pemeriksaan masih berlangsung di dalam ruangan.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved