Selasa, 14 April 2026

Properti

Mahasiswa Picu Pembangunan Massif Apartemen di Surabaya Timur

Apartemen di Surabaya mengalami pertumbuhan yang pesat sepanjang 2016. Pemicunya adalah mahasiswa-mahasiswa kaya yang mungkin tak lagi doyan indekost.

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Eben Haezer Panca
Harian Surya/SUGIHARTO
Ilustrasi maket apartemen 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyaknya kampus besar di wilayah Surabaya Timur memicu pertumbuhan apartemen secara luar biasa.

Ini terlihat dari penelitian yang dilakukan Colliers International Indonesia, lembaga yang rutin mengeluarkan laporan terbaru tentang properti market. Hingga akhir tahun 2016, total jumlah apartemen di Surabaya mencapai 27.663 unit.

Dari jumlah itu, sebanyak 46 persen berada di wilayah Surabaya Timur, lalu 44 persen di Surabaya Barat 44 persen, Surabaya Selatan 7 persen, dan Surabaya Pusat 3 persen.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, banyaknya apartemen yang dibangun di Surabaya Timur karena wilayah ini banyak berdiri kampus ternama, baik negeri maupun swasta.

Seperti Universitas Airlangga, ITS Surabaya, UPN Veteran Jatim, Universitas Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandala, STTS, hingga STIKOM.

"Jadi, market yang disasar adalah mahasiswa," ujarnya, kepada Surya, Selasa (17/1/2017).

Dengan jumlah mahasiwa yang mencapai puluhan ribu, proyek apartemen yang dibangun pengembang secara massif di Surabaya Timur biasanya jumlah unitnya lebih banyak dibandingkan wilayah lain.

"Tapi dari sisi unit, lebih kecil. Agar harganya lebih terjangkau," jelasnya.

Berbeda dengan Surabaya Timur, di Surabaya Barat apartemen tumbuh pesat karena wilayah ini merupakan kawasan residensial alias hunian dan dukungan infrastruktur yang memadai.

"Makanya unitnya lebih besar dan dari sisi harga juga lebih mahal," imbuhnya.

Menurut Ferry, meski pertumbuhan suplai hunian flat cukup tinggi, yakni mencapai 17,3 persen, namun dari sisi demand masih relatif stabil dan bisa terserap pasar.

"Demand apartemen di Surabaya stabil di kisaran 81,2 persen," tukasnya.

Dari sisi pengembang, yang paling aktif membangun apartemen di Surabaya dengan jumlah unit terbanyak adalah Pakuwon dengan penetrasi sebesar 50 persen dari total unit.

Setelah itu disusul Puncak Group 17 persen, Ciputra Group 11 persen, Gunawangsa 11 persen, dan PT Aktivitas Putra Mandiri 11 persen.

Sedangkan jika berdasar proyek, 33 persen dibangun Pakuwon, 28 persen Puncak Group, Gunawangsa 7 persen, PT Aktivitas Putra Mandiri 4 persen, Ciputra Group 3 persen.

"Untuk 25 persen proyek sisanya, dibangun oleh sejumlah pengembang lain," pungkas Ferry.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved