Berita Bangkalan Madura
Dirut RSUD Syamrabu Tolak Temui Perawat, Bantah Jaspel Belum Terbayar 6 Bulan, Alasan lainnya ini
drg Yusro membatah bahwa total tunggakan pembayaran jasa pelayanan bukan berjumlah 6 bulan seperti disampaikan para perawat.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Parmin
SURYA.co.id | BANGKALAN - Aksi mogok kerja puluhan perawat RSUD Syamrabu Bangkalan, Selasa 17/1/2017) berlangsung lama. Itu dikarenakan, Direktur Utama (Dirut) drg Yusro enggan menemui massa perawat yang berkumpul di halaman rumah sakit.
Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 08.00. Namun hingga pukul 12.00, para perawat yang menggunakan seragam warna orange itu tetap memilih bertahan. Mereka tidak menghiraukan imbauan pihak manajemen rumah sakit agar naik ke aula di lantai empat.
"Ayo teman - teman, ibu dirut menunggu di atas. Jangan di sini, sampaikan di lantai empat," ungkap ibu paruh baya mengenakan seragam korpri.
Massa perawat tak bergeming. Mereka hanya bergeser dan memilih duduk di depan pintu lobi rumah sakit karena hujan. Ajakan untuk naik ke lantai empat malah menimbulkan riuh pertanda tak setuju.
"Turun saja sebentar menemui kami, apa susahnya. Lha ini malah pernyataan (dirut) disampaikan melalui selebaran. Maksudnya bagaimana. Masak enam bulan hanya akan dibayar sebulan," celetuk salah seorang perawat dengan nada kesal.
Selebaran yang dilengkapi dengan paraf tersebut bertuliskan, 'Kalau JASPEL (Jasa Pelayanan) yang diminta, dibayar sekarang'. Tulisan tersebut diperbanyak dalam kertas folio dan disebarkan ke massa perawat.
Selebaran itu muncul sebagai pernyataan Dirut drg Yusro karena massa perawat tetap tidak mau naik menemuinya. Para perawat tetap tak bergeming.
Pihak manajemen meminta mereka menulis tuntutan dalam selembar kertas untuk disampaikan ke drg Yusro.
Dikonfirmasi terkait tak kunjung menemui massa perawat, Dirut drg Yusro mengaku bahwa rumah sakit telah mempunyai aula yang biasa dijadikan tempat pertemuan. Baik pertemuan internal maupun dengan pihak luar.
"Saya kan ibunya, ada di sini (lantai 4). Kami kan punya 'rumah'. Masak sampaikan asiprasi di embong. Suruh ke sini tidak mau," ungkap drg Yusro.
Ia membatah bahwa total tunggakan pembayaran jasa pelayanan bukan berjumlah enam bulan seperti yang disampaikan para perawat. Alasan itulah yang membuatnya enggan turun menemui para perawat.
"Tuntutan mereka tidak jelas. Bukan enam bulan yang belum terbayar. Jadi terhitung sejak September 2016, Agustus sudah terbayar. Empat bulan, Desember kan baru saja habis," ujarnya.
Ia menjelaskan, para perawat bisa menerima jasa pelayanan jika sudah memenuhi syarat administrasi. Salah satunya menyelesaikan laporan rekam medik pasien selama rawat inap.
"Rumah sakit ini sudah bagus lho. Dari beberapa dirut rumah sakit yang lain, tunggakan (jasa pelayanan) sampai tiga bulan itu sudah biasa. Kalau langsung dibarkan semua, rumah sakit mana yang sanggup," paparnya.
Pihak RSUD Syamrabu Bangkalan hanya sanggup membayar jasa pelayanan bulan September.
Drg Yusro mengatakan, pembayaran satu bulan jasa pelayanan itu telah disiapkan dan bisa diambil hari ini.
"Kecemburuannya kan karena jasa pelayanan milik dokter dibagikan seminggu yang lalu. Kami kan tidak bisa membagikan secara bersamaan, hari ini giliran punya perawat yang dibagikan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-bangkalan-perawat-mogok_20170117_172357.jpg)