Selasa, 21 April 2026

Berita Pasuruan

Begini Curahan Hati Keluarga Jamaah Umroh Yang Ditahan di Jeddah Karena Diduga Bawa Bom

Nonik(28), anak jamaah umroh asal Pasuruan yang ditahan di Jeddah karena diduga membawa bom, mencurahkan isi hatinya pada wartawan. Ini curhatnya.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Eben Haezer Panca
Surabaya.tribunnews.com/Galih Lintartika
Nonik Indrawati Ningsih(kanan) dan suaminya Luthfi Hakim, menunjukkan foto orangtuanya saat berangkat ke tanah suci untuk ibadah umroh. 

Tangan Nonik Indrawati Ningsih (28) menggenggam erat tangan suaminya, Luthfi Hakim (29). Nonik terlihat tak kuasa melihat nasib orang tuanya, Triningsih Kamsir Warsih (50) warga Dusun Pilangsari, Desa Beji, Kecamatan Beji, Pasuruan yang terkatung - katung di Jeddah. Triningsih merupakan satu dari dua jamaah umroh yang ditahan petugas keamanan dan kepolisian Jeddah karena diduga membawa bom.

SURYA.co.id | PASURUAN - Selain Tri, ada juga Umi Widayani Djaswadi (56) warga Jalan Bendosolo, Desa Pogar, Kecamatan Bangil yang juga ditahan.

Mereka saat ini berada di sel tahanan atau penjara wanita di Jeddah yakni Sijjin Islakhiyah, Dahbah, Jeddah.

Keduanya tidak bisa pulang ke Indonesia setelah diduga membawa barang membahayakan alias bom.

Padahal, kala itu, Umi hanya berniat bercanda dengan pramugari yang menanyakan isi tas yang sangat berat.

Kepada Surya, Nonik berharap segera ada kejelasan dari pemerintah terkait nasib ibunya ini. Ia merasa iba dengan ibunya yang tidak bisa pulang ke Indonesia.

"Kasihan mama, sudah saatnya pulang tapi tidak bisa pulang ke rumah. Seharusnya mama, sudah berada di Pasuruan sejak tanggal 12 Januari lalu, tapi sampai sekarang belum pulang," kata Nonik sambil meneteskan air mata.

Nonik merasa ada yang hilang di dalam keluarganya. Ia merasa kehilangan sosok yang selalu menguatkannya. Ia juga merasa beban karena banyak pertanyaan yang muncul, kenapa sang mama belum pulang dari tanah suci.

"Saya juga bingung, tapi ini musibah mau bagaimana lagi. Saya hanya berharap semoga ada jalan keluar dalam jangka waktu dekat ini," tandasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Berlina Marganita, anak kedua Umi, dan adik kandung Lyan Widia.
Dia ingin pemerintah membantu kepulangan sang mama. Ia yakin bahwa mamanya ini tidak bersalah dan tidak membawa bom atau bahan peledak.

"Saya yakin itu hanya bercanda saja. Tidak ada maksud apa - apa. Mohon pak menteri dan pak presiden untuk membantu mama saya disana," jelasnya.

Ia mengaku, dalam jangka waktu dekat ini, akan mengambil libur panjang dan berangkat ke Jakarta.
Ia berkeinginan mendatangi kantor kementerian luar negeri untuk menyegerakan proses pemulangan mamanya yang menjadi tahanan di Arab Saudi atas dugaan kasus sepele.

"Kalau ada waktu saya akan ke Arab Saudi , saya kangen sama mama. Semoga ada jalan terbaik yang bisa didapatkan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved