Breaking News:

Berita Bisnis

Persaingan Makin Ketat, Perusahaan E-Commerce Tak Akan Gulung Tikar Asalkan. . .

Bagi pengguna belanja online, yang utama adalah terkait kualitas layanan yang diberikan perusahaan e-commerce

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Titis Jati Permata
surya/ist
Para pegawai situs jual beli online Jualo.com sedang melayani transaksi untuk pelanggan dari seluruh Indonesia, di kantor mereka di Jakarta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketatnya persaingan jual beli online dipastikan akan memakan korban, yakni gulung tikarnya perusahaan yang kalah persaingan.

Demikian analisa Pengamat Telekomunikasi dari Surabaya Herry Setiadi Wibowo (Herry SW), Senin (16/1/2017).

Menurut Herry, meski potensi pasar Indonesia masih sangat menarik dan besar serta didukung kepercayaan belanja online yang terus meningkat, setiap tahun bakal terjadi seleksi alam perusahaan e-commerce.

Terutama untuk perusahaan e-commerce yang membatasi layanan dalam teritori atau wilayah tertentu. Tidak efisien, efektif, dan memberikan kemudahan belanja secara online pada pelanggan.

"Perusahaan yang seperti itu pasti bakal ditinggalkan penggunanya. Tinggal menunggu waktu saja," ujarnya.

Bagi pengguna belanja online, yang utama adalah terkait kualitas layanan yang diberikan perusahaan e-commerce, lalu safety (kemanan) dan tidak ada pembatasan wilayah.

"Online itu kan idealnya bisa belanja dari mana saja dan ke mana saja. Bisa menjangkau seluruh negara dan ujung dunia," jelasnya.

Kata Herry, saat ini ada puluhan perusahaan e–commerce yang bersaing memperebutkan pasar Indonesia yang sedang tumbuh pesat.

Tahun ini industri sektor ini dipastikan makin menarik. Sehingga persaingan memberikan layanan keamanan transaksi, kenyamanan dan diskon harga besar menjadi gimmick menarik bagi pengguna.

"Itulah tantangan bagi perusahaan e-commerce untuk bisa menyediakan semua keinginan pengguna," imbuhnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved