Berita Pamekasan

Kepergok Mesum di Siang Hari, Perempuan Ini Cuma Kenakan Bra saat Digerebek

Si pria yang kepergok berbuat mesum hanya mengenakan celana panjang, sedang yang wanita cuma mengenakan bra.

Kepergok Mesum di Siang Hari, Perempuan Ini Cuma Kenakan Bra saat Digerebek
pixabay
ILUSTRASI 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Diduga sebagai tempat persewaan untuk mesum, rumah Syamsul Arifin, di Jl Pintu Gerbang V, Kecamatan Kota Pamekasan, digerebek sejumlah warga bersama Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan, Madura, Senin (16/1/2017), sekitar pukul 11.00.

Saat digerebek, di dalam kamar terdapat seorang pria dan wanita berduaan.

Sang pria hanya mengenakan celana panjang, sedang yang wanita, yang belakangan diketahui bernama Lilik (40), warga Kecamatan Gambirono, Jember, mengenakan celana panjang dan bra. Sementara bajunya dikaitkan di gantungan baju.

Selanjutnya sambil menutup wajahnya, wanita berambut pendek yang baru dua bulan menjadi penjaga warung minum di Pasar 17 Agustus, Jl Pintu Gerbang, dijemput Satpol PP, Pamekasan, untuk dimintai keterangan.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno (kanan) meminta keterangan pada Lilik, PSK yang tertangkap mesum di siang hari.
Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno (kanan) meminta keterangan pada Lilik, PSK yang tertangkap mesum di siang hari.

Sementara si pria langsung pergi meninggalkan rumah itu.

Ketua LPI Pamekasan, Abdul Azis, mengatakan jika sudah lama pihaknya mendapat informasi pemilik rumah sering menyediakan kamar bagi pasangan yang ingin melakukan perbuatan mesum di sana. Baik pasangan selingkuh atau PSK.

Namun, setiap kali hendak menggerebek rumah itu, pelaku mesum selalu lolos.

“Baru sekarang kami bisa menangkap dan menyerahkannya ke Satpol PP untuk ditindak lanjuti. Dan kami minta agar warung yang menyediakan PSK serta pemilik rumah ditindak tegas,” kata Abdul Azis.

Sementara Lilik mengatakan, selama dua bulan menjadi penjaga warung kopi sudah beberapa kali melayani pria hidung belang tidur dengannya. Lokasi untuk tidur itu, kadang siang kadang juga malam.

“Pria yang tidur dengan saya, saya pasang tarif Rp 250.000. Mengenai sewa kamarnya, yang membayar bukan saya, tapi pria yang mengajak saya. Dan seingat saya, sudah lima kali saya tidur dengan pria di kamar yang digerebek tadi,” ujar Lilik, tanpa malu-malu.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno, yang dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya akan memanggil pemilik warung kopi yang telah menyediakan PSK.

Atas tindakannya itu sesuai aturan akan ditutup. Sementara pemilik rumah yang menyediakan kamar untuk mesum akan dipanggil, dimintai keterangan dan diberi teguran keras.

Penulis: Muchsin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved