Breaking News:

Beirta Lamongan

Hakim Jatuhkan Hukuman Ringan Untuk 16 Santri Pengeroyok Temannya Hingga Tewas, Ini Bentuknya

Majelis hakim menyatakan bersalah 16 santri asal Lamongan yang mengeroyok rekannya hingga tewas. Ini hukuman yang diberikan hakmi pada mereka.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Eben Haezer Panca
Surabaya.tribunnews.com/hanif manshuri
Para santri pengeroyok rekannya hingga tewas saat menjalani sidang pembacaan putusan di PN Lamongan, Senin (16/1/2017). Majelis hakim yang memimpin persidangan akhirnya menjatuhkan hukuman ringan kepada mereka. 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Enam belas santri penganiaya Adam Fawwas Syarvia yang juga santri Ponpes At-Taqwa Kranji Paciran hingga tewas, menerima ganjaran bervariasi vonis Pengadilan Negeri, Senin (16/1/2017).

Enam belas santri itu harus menjalani hukuman pembinaan 1 tahun di LPKA di Blitar, ditambah 9 bulan di LPKS PSMP Antasena Magelang.

Hukuman yang lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini diberikan dengan pertimbangan bahwa telah ada saling memaafkan antara anak dengan orang tua korban.

Sementara keterangan ahli Riza Wahyuni dari Lembaga Layanan Psikologi Geofira, bahwa 16 anak yang berhadapan dengan hukum perlu ada pembinaan tentang pendidikan karakter.

Sebab, secara akidah anak-anak sudah mempunyai pemahaman agama yang cukup baik. Namun segi akhlak dan moralnya juga perlu dibina.

Sementara Hakim, Dr. Carolina, menyatakan para terpidana dinyatakan sah dan terbukti bersalah melakukan kekerasan yang berakibat anak Adam Fawwas Syarvia, santri Ponpes At-Taqwa Kranji Paciran meninggal.

Para terpidana dijerat Pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (3) UU No 35 th 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara JPU Yulistiono mengajukan tuntutan bervariatif, dari 3 tahun tuntutan penjara hingga terendah 6 bulan penjara.

Tuntutan Yuliostiono itu tentu dikaitkan dengan peran masing - masing terpidana saat menganiaya korban hingga tewas yang dituding mencuri uang.

Menurut Lukman, Pengacara para tersangka mengatakan bahwa pihaknya masih pikir - pikir atas putusan hakim.

"Masih ada waktu tujuh hari untuk berunding dengan keluarga terpidana. Jadi butuh waktu, sementara masih pikir - pikir," kata Lukman.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved