Breaking News:

Berita Surabaya

Sosialisasi Rutin Puskesmas Sidotopo, Butuh Peran Kader untuk Terjemahkan Bahasa

Ketertarikan warga pada dunia kesehatan, sayangnya masih terkendala pada komunikasi.

surya/ahmad zaimul haq
Warga beraktivitas di rumahnya di kawasan Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Kamis (12/1/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mengubah perilaku masyarakat menjadi hal tersulit. Apalagi, yang menjadi sasaran Puskesmas Sidotopo saat sosialisasi, beberapa RW yang masuk kategori lingkungan kumuh. Demikian ungkapan Nihayatus, Perawat Puskesmas Sidotopo.

Ia menyadari betul hal itu, Pasalnya, sebagian besar warga di kawasan itu berprofesi sebagai pemulung.

Sehingga, lingkungan sekitar dan kebiasaan masyarakat cenderung tidak membudidayakan perilaku hidup sehat.

“Penyuluhan ini memiliki tema yang berbeda. Kadang diadakan di saat perkumpulan manula atau Posyandu,” ujar Nihayatus, kepada Surya, Kamis (12/1/2017).

Sudah menjadi tugasnya untuk memberikan penyuluhan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dan, ini juga menjadi program berkala Dinas Kesehatan, baik di lingkungan kumuh ataupun tidak kumuh.

Sebenarnya, menurutnya, masyarakat sangat tertarik dengan bidang kesehatan.

Apalagi, saat didatangi petugas kesehatan, mereka selalu berkumpul, meski sebelumnya tidak mengikuti acara.

“Kadang ada yang minta bahas tema tertentu. Seperti, ada tetangga meninggal dunia karena suatu penyakit, akhirnya mereka bertanya pada kader. Kalau tidak bisa jawab, nanti selalu diarahkan pada kami,” ungkap Nihayatus.

Ketertarikan warga pada dunia kesehatan, sayangnya masih terkendala pada komunikasi.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved