Lifestyle
Ingin Bikin Latte Art, Ini Resep Dari Barista Kaliber Internasional
Membuat Latte Art tidak cukup hanya bermodal percaya diri. Perlu pengetahuan khusus agar rasa kopi tidak rusak dan latte art tampil keren.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Seiring semakin maraknya penikmat kopi, jenis kopi yang disajikan pun kian beragam. Tak hanya itu. Cara penyajian pun jadi bervariasi dan makin menarik dengan kreasi latte art.
Sayang, masih banyak yang salah saat membuat latte art yang berfungsi untuk mempercantk tampilan kopi ini.
“Kesalahan yang sering terjadi adalah cara membuat kopi lebih gelap sedang susunya malah dibuat tipis,” kata Viki Rahardja.
Hadir dalam acara yang dihadiri para pengusaha kopi dan barista se-Jawa Timur di Calibre Coffe Roasters Surabaya, Viki menekankan, komposisi susu maupun kopi harus seimbang. Kesalahan komposisi, akan menyebabkan bentuk latte art berantakan.
“Selain itu, kopi pun jadi nggak jelas rasanya,” cetus barista yang menang di ajang Bandung Latte Art Open 2015 ini.
Pria asal Tangerang yang menyandang gelar CTI Battle Latte Art Asia 2016 ini menambahkan, meski fungsinya hanya sebagai ‘pemanis’ tampilan, namun latte art perlu diracik dengan takaran yang pas.
“Jika latte art benar maka tidak berpengaruh pada rasa kopi,” ujar Viki yang kelahiran Tangerang, 19 Juli 1989.
Menurut Viki, maraknya konsumsi kopi tak dielakkan berpengaruh pada perkembangan latte art. Selain untuk mendongkrak hasrat minum kopi, latte art juga meningkatkan perkembangan industri kopi.
“Sebagai pemanis komposisi susu dan kopi harus tepat. Susu itu ibarat seperti kanvas, dan kopi itu tintanya,” urai Viki.
Selain berbagi ilmu, Viki Rahardja bersama Hidenori Izaki, barista asal Jepang meluangkan waktu untuk melayani puluhan undangan yang hadir di acara tersebut. Senada dengan Viki, Hidenori pun mengamati selama ini masih banyak pemilik coffee shop yang belum dapat menyajikan kopi dengan baik.
Pemenang The 2014 World Barista Championship ini menyatakan, rasa kopi yang benar adalah seimbang dengan berbagai macam rasa.
“Manis, pahit, dan asem, semuanya rasa balance. Kalau tidak, berarti racikannya masih salah,” cetus pria asal Tokyo, Jepang yang mengaku kesengsem dengan kopi Sumatera ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/barista_20170113_181648.jpg)