Media Sosial

Kakak Beradik Asal Ngawi yang Viral dan Bikin Haru Netizen, Simak Kisahnya

Kisah kakak beradik asal Ngawi, Jawa Timur. Ketika ada waktu luang, mereka menjadi buruh serabutan bersama orang tua.

Facebook
Tari dan Yono, kakak beradik asal Sambirejo, Mantingan, Ngawi, mau bekerja serabutan asalkan bisa tetap kuliah dan sekolah. 

Ia pun rela mengayuh sepeda 10 kilometer untuk bisa sampai sekolah.

Berikut isi postingan Yuni:

"Masih ingat tentang postingan saya yang menceritakan kisah Tari nama lengkapnya Vera Puji Lestari, seorang mahasiswi UN Jember teknik pertanian? Putra buruh serabutan yang bernama bapak Jiyo dari Tunggul, Kedungmiri, Sambirejo, Mantingan. Yang setiap liburan sekolah dia gunakan untuk membantu ortunya di rumah orang punya hajat kerja cuci piring, gelas dan buat teh.

Kali ini saya akan menulis tentang adik Tari yang bernama Yono nama lengkapnya Wasis Nuryono, siswa kelas 2 SMA N 1 Widodaren. Yono adalah sosok siswa yang lugu, kuat dan tangguh. Yang mana tidak seperti biasanya anak muda jaman sekarang, sekolah bawa sepeda motor, keluyuran, main HP dll.

Justru yono sangat luar biasa. Bila di jaman sekarang semangat dan tekad untuk sekolah patut diacungi jempol. Dia sekolah dengan mengayuh sepeda onthel yang sudah butut dari rumahnya Tunggul hingga Kauman sekitar 10 km.

Dia tidak malu walau teman-temannya bawa sepeda motor bagus. Baginya tidaklah penting, yang terpenting bisa sekolah. Yang lebih luar biasa lagi, setiap pulang sekolah atau liburan dia bukan bermain atau kelayapan. Namun dia bekerja sebagai buruh pasir di sungai atau bengawan.

Semua dilakukan untuk membantu ortu, biaya sekolah kakaknya Tari juga buat sekolah dirinya sendiri. Bila musim sawah, bapak Jiyo, istri, Yono, Tari, semua juga ikut kerja buruh tani, tandur, macul, matun, derep atau yang lain.

Yang terpenting bagi keluarga ini kerja halal. Kisah ini adalah nyata dan sesuai fakta. Bila ingin mengetahui langsung, silahkan datang atau ketemu keluarga ini dengan alamat keluarga bapak Imam Sujiyo (Jiyo)/ibu Karni, Rt 03 RW 06 Tunggul, Kedungmiri, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, jawa Timur."

Saat dikonfirmasi, Yuni membenarkan cerita mengenai keluarga itu.

Ia dan tetangga lain pun merasa salut dengan semangat Tari dan Yono.

Yuni mengaku tak tahu apakah dua anak itu mendapat beasiswa atau tidak.

Beberapa waktu lalu, Jiyo sempat berniat untuk menghentikankuliah Tari karena ibunya jatuh sakit.

Namun, Tari tetap bertahan dan memburuh apa saja agar tetap dapat kuliah.

"Saya tetangga satu RT. Yang lain naik sepeda motor atau naik bus, dia cukup ngonthel. Tak bagus onthelnya, onthel jelek. Orang sekampung salut pokoknya," tutur Yuni. (tribunjogja/say)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved