Lifestyle
Batik Cap, Tulis, Printing Sama Bagusnya, ini Alasan Desainer Anne Avantie
“Karena itu, semua karya batik ini harus dihargai sama baiknya,” tegas Anne Avantie.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Lebih bagus mana, batik cap, tulis, atau printing? Bagi desainer kondang Anne Avantie ketiga jenis batik itu tidak ada yang lebih baik atau lebih menonjol.
Alasannya, menurut perancang busana yang dikenal lewat kreasi kebaya ini, ketiga jenis batik itu menyangkut sumber daya manusia (SDM) yang butuh makan.
“Karena itu, semua karya batik ini harus dihargai sama baiknya,” tegas Anne Avantie saat ditemui di tengah acara Pasar Tiban 3 di Atrium Ciputra World Surabaya (CWS).
Wanita asal Semarang ini bersyukur, sekarang makin banyak orang menghargai karya batik, baik berupa batik tulis, cap, maupun printing.
“Batik tidak harus eksklusif karena menyangkut SDM yang semuanya perlu makan,” tandas ibu tiga anak ini.
Acara Pasar Tiban 3 yang baru pertama diselenggarakan di Surabaya ini diikuti puluhan UKM di bawah binaan Anne Avantie.
“Saya tak bisa menyebut berapa banyak UKM yang gabung di acara ini. Yang pasti mereka sudah membantu saya selama ini,” ucapnya.
Pasar Tiban yang berlangsung di Linear Atrium CWS hingga Minggu (15/1/2017) ini benar-benar dikonsep seperti pasar tradisional.
Stan yang mengisi Pasar Tiban ini disajikan secara klasik lengkap dengan lampu petromaks serta panggung dengan ukiran dan tempat duduk kayu sehingga memperkuat kesan tempo dulu.
Harga barang yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari yang paling murah Rp 100.000 hingga jutaan rupiah ada di Pasar Tiban yang sudah dua kali diselenggarakan di Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pameran-batik-di-cwas-anne-aviantie_20170112_232941.jpg)