Berita Pamekasan

Siswa Kelas 3 SD Ini Ogah Pergi ke Sekolah, Ngakunya Trauma Dipukul Bu Kepsek

DWP mengaku pusing dan tidak masuk sekolah lantaran trauma atas kejadian yang menimpa dirinya.

Siswa Kelas 3 SD Ini Ogah Pergi ke Sekolah, Ngakunya Trauma Dipukul Bu Kepsek
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Siswa kelas III SDN Lawangan Daya (Lada) III, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, DWP (9), mengaku menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan kepala sekolahnya.

Akibat kejadian itu, DWP mengaku pusing dan tidak masuk sekolah lantaran trauma atas kejadian yang menimpa dirinya.

Peristiwa pemukulan itu diakui orang tua DWP terjadi Sabtu (7/1/2017).

Kasusnya mencuat, setelah ayah ibunya, Rudi Kurniawan dan Sutriani (33), membawanya ke RSUD Slamet Martodirjo, Selasa (10/1/2017) untuk memeriksakan kondisi Diki.

Sejak peristiwa itu, DWP mengaku kepalanya pusing, tubuhnya lemas dan suhu badannya panas.

Menurut Sutriani, ketika pulang sekolah anaknya terlihat gelisah dan cemas, lalu berdiam diri di dalam kamar.

Tidak biasanya DWP bersikap aneh seperti itu, Sutriani menanyakan baik-baik apa yang terjadi. Tapi Diki hanya menggeleng tidak mau menjawab seperti ketakutan.

Namun setelah dibujuk, akhirnya Diki mengungkapkan apa yang telah terjadi padanya.

Dengan sesenggukan, DWP bercerita jika dirinya dipukul ibu kepala di sekolahnya, namun ia tak berani mengutarakan pada orang tuanya, karena takut setelah masuk sekolah, ia dipukul lagi.

Diungkapkan, sebelum anaknya dipukul, Diki dipanggil ke ruangan kepala SD bersama M (10) dan R (12), temannya.

Halaman
123
Penulis: Muchsin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved