Berita Gresik

Kasi Trantib di Gresik Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara Gara-Gara Perbuatan Ini

Kasi Trantib Kecamatan Manyar di Kabupaten Gresik dituntut penjara 1,5 tahun. Ini dia penyebabnya.

Kasi Trantib di Gresik Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara Gara-Gara Perbuatan Ini
Surabaya.tribunnews.com/Sugiyono
Terdakwa Suryanto berkonsultasi dengan kuasa hukumnya usai dituntut JPU Kejari Gresik Mansyur dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan, Rabu (11/1/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK – Suryanto (53), Kasi Trantib Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang menjadi terdakwa dalam dugaan menerbitkan riwayat tanah palsu dituntut penjara selama setahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum.

“Dari keterangan saksi –saksi dan terdakwa sendiri dan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, kepada terdakwa Suryanto, bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan," kata  Jaksa Penuntut Umum, Mansyur, dalam pembacaan berkas tuntutan dalam sidang di PN Gresik yang dipimpin hakim Putu Mahendra, Rabu (11/1/2017).

Terdakwa melanggar Pasal 264 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Menuntut terdakwa Suryanto hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangi dalam masa tahanan,” lanjutnya.

Dalam tuntutan tersebut, menurut JPU, hal yang memberatkan terdakwa adalah perbuatannya yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan saksi.

Sedangkan yang meringankan bagi terdakwa yaitu terdakwa mematuhi dalam persiidangan, mengakui perbuatannya dan mengakui tidak mengulangi lagi.

“Barang bukti harus dikembalikan kepada Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar. Dan Membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000,” katanya.

Sementara, Sunarno Edy Wibowo Kuasa hukum terdakwa Suryanto, mengatakan bahwa sangat keberatan terhadap tuntutan JPU Kejari Gresik.

Sebab dalam persidangan sudah ditunjukkan barang bukti petok D surat tanah milik pemohon riwayat tanah yang ada di Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar.

“Bukti Surat tanah Petok D sudah ditunjukkan dalam persidangan. Jangan sampai Pak Suryanto membuat riwayat tanah tidak sesuai aturan. Itu yang dibuat sudah sesuai aturan. Sesuai dengan bukti-bukti kretek desa, buku leter C dan Petok D. Baru Pak Suryanto mengeluarkan riwayat tanah. Ada bukti peta bloknya juga,” kata Sunarno, usai sidang.

Atas tuntutan JPU Kejari Gresik Mansyur, Sunarno tetap akan mengajukan pembelaan terhadap kliennya.

“Kamis besok, kami sudah siap membacakan pembelaan. Lihat saja besok,” imbuhnya.

Diketahui, perkara yang menyeret Suryanto ini akibat laporan kepala desa (Kades) Manyarrejo M Yudiono yang menuduhnya mengubah dan mengeluarkan surat keterangan riwayat tanah pada 29 Juni 2015, ketika terdakwa menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kades Manyarrejo saat pemilihan kepala desa.

Atas riwayat tanah tersebut terjadi jual beli tanah seluas 2,4 hektar lebih yang ada di kawasan proyek pelayabuhan internasional. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved