Berita Gresik

Mengaku Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Pasutri di Surabaya Bikin Sindikat Pencurian Motor

Jangan sepelekan pasangan suami istri. Begini-begini mereka sudah melakukan pencurian motor sebanyak empat kali di Gresik.

Mengaku Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Pasutri di Surabaya Bikin Sindikat Pencurian Motor
Surabaya.tribunnews.com/Sugiyono
Yogi dan Dewi (bermasker) ditangkap jajaran Polres Gresik karena mencuri motor, Selasa (10/1/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pasangan suami istri (pasutri) Yogi Misfianto (29) dan Dewi Veronica (27) yang merupakan warga Tambak Asri, Kecamatan Krembangan, Surabaya, punya sepak terjang yang cukup bergengsi dalam sindikat pencurian motor di Kabupaten Gresik.

Namun sepak terjang mereka mesti berakhir di sel tahanan polisi setelah aksi keempat mereka.

Kepada penyidik kepolisian, pasutri ini ini mengaku nekat mencuri karena terjepit kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Mereka mengaku, selama ini tidak memiliki pekerjaan tetap.

"Tidak punya pekerjaan. Hasil mencuri untuk keperluan sehari-hari," kata Dewi yang mengaku mempunyai dua anak.

Diakui mereka berdua pula bahwa di Gresik mereka telah beraksi sebanyak empat kali dengan bantuan seorang lain yang kini masih buron.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo, Selasa (10/1/2017) menjelaskan bahwa dalam sindikat yang melibatkan pasutri ini, Yogi dan SG berperan sebagai eksekutor. Sementara Dewi, bertugas memastikan situasi sekitar aman.

Dia melanjutkan, aksi keempat yang membuat pelaku diringkus polisi terjadi ketika Yogi, Dewi, dan SG hendak membawa kabur sebuah motor yang diparkir di sebuah bank di Jl Panglima Sudirman.

Saat itu, aksi mereka dipergoki oleh teman pemilik motor sasaran yang langsung berteriak maling.

Mendengar teriakan, seketika itu juga warga yang ada di sekitar parkiran dan kantor Bank tersebut langsung mengejar dan menangkap tersangka Yogi.
Sedangkan SG langsung kabur bersama Dewi.

Dewi sendiri berhasil ditangkap beberapa hari kemudian setelah polisi memancingnya untuk menjenguk Yogi.

"Ternyata, baju yang dikenakan istri tersangka Yogi itu sama dengan rekaman CCTV di minimarket di GKB. Sehingga, istri Yogi sekalian ditangkap," kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo, Selasa (10/1/2017).

Setelah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka, ditemukan barang bukti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) motor Honda Beat, Nopol W 4911 KM, atas nama Abdul Rohman warga Desa Ambeng-ambeng, Kecamatan Duduksampeyan.

"Motor Honda beat tersebut dicuri kedua tersangka di minimarket, Jalan Kalimantan, Perumahan Gresik Kota Baru (GKB)," imbuhnya.

Batang bukti lain yang diamankan yaitu Motor Yamaha Vixion Nopol AE 2344 WC, dua STNK, kemeja warna hijau dan sebuah telepon seluler (Ponsel).

Atas aksi pencurian tersebut, kedua tersangka pasangan suami istri dijerat pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved