Berita Situbondo

Mahasiswa Desak Bupati Situbondo Copot Sekda Dan Direktur RSUD Aboder Rachem

"Kami memang minta bupati untuk serius menangangi persoalan SPM itu berdasar hasil pemeriksaan BPK RI," ujar Anis kepada Surya (TRIBUNnews.com Network

Mahasiswa Desak Bupati Situbondo Copot Sekda Dan Direktur RSUD Aboder Rachem
Surya/ Izi Hartono
Puluhan mahasiswa saat berunjukrasa di depan kantor DPRd Situbondo, Senin (9/1/2017). 

SURYA.co.id | SITUBONDO - Puluhan aktivis/mahasiswa yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan unjuk rasa di Kantor Pemkab dan DPRD Situbondo, Senin (09/01/2017).

Para mahasiswa medesak DPRD agar serius menyikapi persolan surat pernyataan miskin (SPM) terkait hasil audit BPK RI dan meminta BPK RI untuk melakukan audit investigasi agar mengetahui kerugian negara.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga meminta DPRD segara menggunakan hak-haknya dalam menyikapi persoalan SPM.

Selain DPRD, puluhan mahasiswa mendesak bupati Situbondo agar bertanggungjawab mengenai hasil pemeriksaan BPK RI.

Dalam tuntuttannya Mahasiswa meminta agar memecat Sekdakab dan Direktur RSUD Abdoer Rachem Situbondo itu.

Puluhan mahasiswa akhirnya ditemui Bupati Dadang Wigiarto dan Wabub Ir Yoyok Mulyadi, Sedakab, Syaifullah di ruang rapat lantai dua Pemkab Situbondo.

Ketua PMII Situbondo, Anis Mukaddar mengatakan, alasan desakan pencopotan Sekda, karena kapasitasinya sebagai ketua TPAPD.

"Kami memang minta bupati untuk serius menangangi persoalan SPM itu berdasar hasil pemeriksaan BPK RI," ujar Anis kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Tuntutan yang kedua yakni mahasiswa meminta DPRD untuk terus mengawal persoalan SPM.

"Memang BPK RI tidak menyebutkan ada kerugian kas negara, namun hasil telah teman PMII ada point-point yang merugian uang negara,"jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Halaman
12
Penulis: Izi Hartono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved