Berita Sidoarjo

Jalan Tol Trans Jawa Wilayah Jatim Di-deadline Selesai 2018, begini Penjelasan Menteri PU-PR

Basuki mengatakan pihaknya tengah mengebut pekerjaan jalan tol dari Ngawi hingga Surabaya yang panjangnya sekitar 164 km ini.

surya/irwan syairwan
Dari kiri; Menkominfo Rudiantara, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono, dan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat (PR) menargetkan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa (JTTJ) untuk wilayah Jawa Timur selesai pada 2018.

Hal ini diungkapkan Menteri PU-PR, Basuki Hadimuljono, ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) di Desa Mlirip Rowo, Tarik, Sidoarjo, Jumat (6/1/2017).

Basuki mengatakan pihaknya tengah mengebut pekerjaan jalan tol dari Ngawi hingga Surabaya yang panjangnya sekitar 164 km ini.

"Deadline-nya 2018 harus sudah selesai. Kami terus kebut pengerjaannya," kata Basuki kepada Surya.co.id.

Jalan tol ini nantinya terdiri dari tiga bagian, yaitu Ngawi-Kertosono (NK), Kertosono-Mojokerto (KM), dan Mojokerto-Surabaya (MS).

Saat ini, pihak PU-PR masih menyelesaikan tahap akhir pembangunan JTTJ untuk wilayah Jawa Tengah yang harus sudah bisa beroperasi pada tahun ini.

"Selesai di Jateng, langsung lanjut ke sini (Jatim)," sambungnya.

Pembangunan megaproyek ini merupakan kerjasama pemerintah dengan investor. Merujuk pada data Kompas Agustus 2016 lalu, total biaya pembangunannya mencapai Rp 50 triliun lebih.

Basuki menuturkan dengan dibangunnya tol JTTJ akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Tak hanya jalan tol, pihaknya pun akan melakukan perbaikan total jalan nasional yang ada di Jatim.

"Saya pun hari ini (Jumat) sudah tugaskan staf saya langsung untuk segera membenahi Jalan Betoyo di Manyar Gresik. Selesai kajiannya, akan langsung kami benahi," janjinya.

Kementerian PU-PR juga akan membenahi sistem pengairan di Jatim, terutama untuk wilayah DAS Brantas.
Bahkan, kunjungan Basuki yang hadir bersama Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menkominfo Rudiantara ke Sidoarjo ini untuk meninjau Dam Lengkong dan Dam Pajaran.

Basuki menyatakan sistem pengairan yang baik akan memberikan ketahanan pangan.

Dijelaskan, manajemen air yang terstruktur tak hanya memberikan kelangsungan bidang pertanian tapi juga industri.

"Kami akan kaji lagi untuk dam-dam di DAS Brantas agar manajemen air di Jatim makin baik," ucapnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved