Berita Banyuwangi

Banyuwangi Anggarkan Rp 4,5 Miliar Entaskan Anak Putus Sekolah

“Yang sudah kembali sekolah, tidak kami tinggal. Terus kami dampingi. Sudah disiapkan dana untuk itu. Pokoknya kami ingin tidak ada lagi anak putus se

Banyuwangi Anggarkan Rp 4,5 Miliar Entaskan Anak Putus Sekolah
Surya/Haorrahman
Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), sebuah gerakan menjaring anak yang berhenti sekolah dan mengajaknya kembali ke kelas. 

 SURYA.co.id | BANYUWANGI - Tahun ini Pemkab Banyuwangi mengalokasikan dana Rp 4,5 miliar untuk gerakan pengentasan anak putus sekolah.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Banyuwangi, Sulihtiyono, gerakan pengentasan anak putus sekolah terus dilanjutkan.

“Yang sudah kembali sekolah, tidak kami tinggal. Terus kami dampingi. Sudah disiapkan dana untuk itu. Pokoknya kami ingin tidak ada lagi anak putus sekolah. Semuanya by name by address terus dipantau dan dikawal," kata Sulihtiyono kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sulihtiyono mengatakan, pendataan yang dilakukan Diknas ada 5.191 anak yang sempat putus sekolah per Mei 2016.

Data tersebut lengkap berdasarkan nama dan alamat (by name by address). Setelah Garda Ampuh diluncurkan, berhasil ditangani 5.093 anak.

Dari 5.093 anak tersebut, yang sudah diintervensi lewat dana pemerintah sebanyak 1.935 anak.

Sisanya diintervensi melalui dana swadaya, dunia usaha, dan gerakan Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang menghubungkan anak dari keluarga mampu dengan anak dari keluarga kurang mampu.

"Jadi ini kerja keroyokan. Sebenarnya kan biaya dasar sekolah itu sudah gratis, tapi ada biaya seperti transportasi jika rumah si anak jauh dari sekolah. Atau biaya seperti beli sepatu. Nah biaya seperti itu yang dibantu agar anak tetap bisa sekolah. Buku-buku pengetahuan umum juga dibantu agar pengetahuannya semakin meningkat," papar Sulihtiyono.

Dia menjelaskan, Garda Ampuh juga mengintegrasikan sistem pendidikannya dengan PKBM, termasuk pembelajaran Paket A, Paket B, dan Paket C.

Untuk anak yang mengikuti Paket A, pemerintah daerah menyiapkan dana Rp960.000 per anak, Paket B Rp1,4 juta per anak, dan Paket C Rp1,7 juta per anak.

"Kita menyesuaikan dengan kondisi sosiologis anak. Misalnya, dia dari segi usia sudah di atas usia anak SMA, tapi dulu putus sekolah pas kelas XI SMA, ya dimasukkan ke Paket C. Di PKBM sekaligus belajar keterampilan kerja," terang Sulihtiyono.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

 
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved