Breaking News:

Berita Unik

VIDEO - Mbah Gotho dari Sragen Pesta Ultah ke-146, Semua Anaknya sudah Tiada

MBAH GOTHO. Katanya lahir tahun 1870. Semua anaknya tiada. Dia 4 kali menikah, istri terakhirnya mati pada 1988. Pada 1992, dia beli batu nisan.

Editor: Yuli

SURYA.co.id | SRAGEN - Saparman Sodimejo alias Mbah Gotho jadi sorotan media internasional.

Dia disebut-sebut sebagai manusia tertua sedunia dan baru saja mengadakan pesta untuk merayakan ulang tahun ke-146.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa manusia tertua sedunia adalah wanita Perancis Jeanne Calment, umurnya 122 tahun.

Sesuai KTP-nya, Mbah Gotho lahir pada 31 Desember 1870.

mbah gotho

Dia merayakan ulang tahunnya dengan anak, cucu, cicit dan kerabatnya di Sragen, Jawa Tengah.

Mereka yang hadir dalam pesta ulang tahun itu, antara lain, cucunya bernama Suryanto dan istrinya, Suwarni, serta anak-anak mereka: Erika Kurniawati dan Anisa Kurniawati. 

Sebagaimana dikutip SURYA.co.id dari kanal YouTube PatrynWorldLatestNew, Mbah Gotho sudah empat kali menikah.

Istri terakhirnya meninggal dunia pada 1988. Adapun semua anaknya sudah meninggal dunia. 

Meski berusa lanjut, Mbah Gotho masih bisa berjalan secara mandiri. 

mbah gotho
Selfie bareng cicit. foto: BBC

"Dia makan apapun dan bahkan tidak pernah sakit," kata anggota keluarga Mbah Gotho.

Suryanto, cucu Mbah Gotho, mengatakan, kakeknya telah mempersiapkan kematiannya sejak umur 122, tapi ternyata meleset. 

Dia mengatakan, kakeknya mempersiapkan batu nisan kuburannya sejak 1992 atau 24 tahun lalu.

Kini, Suryanto mengatakan, keluarga Mbah Gotho juga menyiapkan kuburannya dekat kuburan anak-anaknya.

Seorang pegawai setempat jug amengonfirmasi tanggal kelahiran Mbah Gotho. Namun, tidak ada dokumen resmi yang mencatat keterangan ini.

Klaim manusa tertua tapi tanpa catatan resmi seperti ini juga muncul dari Nigeria, James Olofintuyi yang berusia 171 tahun dan Dhaqabo Ebba dari Ethiopia yang berusia 163 tahun.

Lalu, apa dasar kemungkinan Mbah Gotho sedemikian tua? 

Sebagaimana dikutip sejumlah media, Mbah Gotho ingat ketika ada pembangunan pabrik gula di Sragen pada tahun 1880.

Kini, cucunya mengatakan, Mbah Gotho sehari-hari duduk mendengarkan radio karena penglihatannya tidak jelas untuk menonton televisi.

Dalam enam bulan terakhir, ia harus disuapi dan dimandikan karena kondisinya semakin lemah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved