Berita Mojokerto

Dana 5 M Dialihkan ke Seragam SD dan Beasiswa Siswa Miskin di Mojokerto

"Ini memang khusus untuk siswa miskin saja di SMA/SMK," tegasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dana 5 M Dialihkan ke Seragam SD dan Beasiswa Siswa Miskin di Mojokerto
surya/sudarma adi
Wali Kota Mojokerto, Mas'ud Yunus saat melihat produk sepatu ketika membuka workshop sepatu di lapangan Surodinawan. Produk sepatu akan dimaksimalkan untuk bantuan sepatu siswa SD dan SMP. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Adanya peralihan kewenangan sekolah SMA/SMK ke Pemprov Jatim, membuat Pemkot Mojokerto tak mampu mengucurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sudah dilarang.

Maka dari itu, sejak awal 2017 ini, dana sebesar Rp 5 miliar itu bakal dialihkan untuk bantuan seragam dan sepatu siswa SD dan SMP, serta beasiswa siswa miskin tingkat SMA/SMK.

Wali Kota Mojokerto, Mas'ud Yunus menerangkan, larangan pengucuran dana BOS itu tak lepas dari penerapan UU No 23/2014 tentang pemerintah daerah.
Makanya, dana Rp 5 miliar yang ada ini kemudian dialihkan untuk bantuan seragam bagi siswa SD dan SMP.

"Bantuan tak hanya seragam sekolah saja, namun juga ada sepatu dan tas. Untuk sepatu, kami akan memaksimalkan produksi sepatu hitam di sentra sepatu Kota Mojokerto," tuturnya kepada wartawan usai membuka workshop usaha sepatu di lapangan Surodinawan, Rabu (4/1/2016).

Dijelaskan, dana yang dialihkan untuk seragam dan sepatu hitam itu sifatnya tak temporer saja, melainkan akan dianggarkan setiap tahun. Yang penting, penggunaan dana itu bisa dimanfaatkan semua siswa SD dan SMP.

"Makanya, untuk dana Rp 5 miliar ini memang difokuskan pada peralatan sekolah siswa," katanya.

Tak hanya dialihkan untuk bantuan seragam bagi siswa SD dan SMP, pemkot juga akan mengalihkan sebagian dana itu untuk memberikan beasiswa pada 1113 siswa SMA dan SMK.

Namun berbeda dengan beasiswa yang fokus pada prestasi, rencana beasiswa ini diberikan pada siswa-siswa yang miskin, yang sekolah di Kota Mojokerto.

Pemberian beasiswa ini kemungkinan akan diberikan Rp 65-70 ribu per siswa per bulan.

"Ini memang khusus untuk siswa miskin saja di SMA/SMK," tegasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Halaman
12
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved