Berita Pamekasan

Banjir Besar di Pamekasan, Kata Bupati Syafii : Penanggulangannya, Kami Punya Master Plan

Menurutnya, tanda-tanda akan terjadinya banjir besar di Pamekasan sudah diantisipasi sejak Selasa (3/1/2017) sore.

Banjir Besar di Pamekasan, Kata Bupati Syafii : Penanggulangannya, Kami Punya Master Plan
surya/muchsin
Banjir setinggi lutut orang dewasa melanda lima kelurahan dan tiga desa di Pamekasan, Selasa (3/12/2016) malam. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Bupati Pamekasan Achmad Syafii menyebut banjir yang melanda lima kelurahan dan tiga desa di Kecamatan Kota dan Kecamatan Pademawu, Pamekasan, akibat curah hujan yang tinggi.

Menurutnya, tanda-tanda akan terjadinya banjir besar di Pamekasan sudah diantisipasi sejak Selasa (3/1/2017) sore.

Waktu itu ia menerima laporan jika air sungai di kawasan Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan sudah tinggi.

Begitu juga air dam Samiran, di Kecamatan Proppo sudah menunjukkan batas siaga.

“Usai mendapat laporan, saya perintahkan semua teman-teman di lapangan dan warga untuk antisipasi datangnya banjir. Dan teman-teman sudah siaga dengan sejumlah peralatan, termasuk mempersiapkan sejumlah perahu karet untuk mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan,” kata Achmad Syafii, saat memantau banjir, Selasa (3/1/2017) malam.

Dikatakan, derasnya hujan di daerah hulu dan airnya masuk ke sungai yang melintasi kota Pamekasan, menyebabkan tanggul dinding sungai di kawasan Kelurahan Gladak Anyar, jebol.

Air pun langsung menimpa rumah warga dengan ketinggian hingga 2 meter.

Dituturkannya, langkah yang dilakukan untuk meminimalisir banjir ini sudah dilakukan.

Di antaranya normalisasi sungai selama dua tahun dan sampai sekarang masih berlangsung.
Jika tahun-tahun sebelumnya ketika banjir datang, memakan waktu lama.

Kali ini sejak dilakukan langkah penanggulangan banjir, begitu banjir datang dan besar cepat surut dan membaik.

“Untuk penanggulangan banjir ini, kita punya master plan. Sehingga langkah-langkah yang kita lakukan sudah mengikuti rekomendasi dari konsultan,” papar Syafii.

Ditambahkan, saat ini Pamekasan sudah memiliki kelurahan tahan bencana, yakni Kelurahan Gladak Anyar dan Kelurahan Patemon. Nantinya juga akan dibangun lagi desa tahan bencana.

Sementara hujan disertai angin kencang, tidak hanya mengakibatkan banjir melanda kota.

Sejumlah pohon yang terletak di asrama polisi di belakang Polres Pamekasan tumbang.

Begitu juga tembok stadion di Jl Stadion, Kelurahan Lawangan Daya, ambrol diterpa hujan angin.

Penulis: Muchsin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved