Berita Ekonomi Bisnis

Inflasi hanya 2,74 Persen, Terendah di Jatim dalam 10 Tahun Terakhir, ini Buktinya

SEDANGKAN inflasi tertinggi di Jatim terjadi tahun 2008 yang tembus 9,66 persen, kemudian 2014 sebesar 7,77 persen.

Inflasi hanya 2,74 Persen, Terendah di Jatim dalam 10 Tahun Terakhir, ini Buktinya
foto:istimewa
Data Inflasi Jatim dari BPS. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Laju inflasi di Jatim tahun 2016 mencatatkan sejarah baru.

Dengan inflasi hanya 2,74 persen, inilah untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, inflasi Jatim tercatat paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Terutama sejak tahun 2007 lalu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyebutkan, biasanya inflasi di Jatim selalu diatas 3 persen. Tahun 2015, laju inflasi tercatat 3,08 persen, lalu 2009 3,62 persen, dan tahun 2011 tercatat 4,09 persen.

Sedangkan inflasi tertinggi di Jatim terjadi tahun 2008 yang tembus 9,66 persen, kemudian 2014 sebesar 7,77 persen, dan tahun 2013 mencapai 7,59 persen. (selengkapnya lihat tabel).

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono mengatakan, selain lebih baik dengan inflasi tahunan sebelumnya, inflasi 2016 juga jauh lebih rendah jika dibanding dengan target yang dipatok pemerintah pusat.

"Pemerintah mematok angka inflasi sebesar 4 plus minus 1 persen. Tapi Jatim inflasinya hanya 2,74 persen. Atau lebih rendah sekitar 1,26 persen," ujarnya, Selasa (3/1/2017).

Menurut Teguh, selama 2016, dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan hanya satu yang deflasi.

Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,08 persen. Diikuti bahan makanan 0,62 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,52 persen, pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,42 persen, dan sandang 0,25 persen.

"Sementara kesehatan jadi kelompok dengan andil inflasi terendah, hanya 0,23 persen," jelasnya.

Untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah transport, komunikasi, dan jasa keuangan yaitu sebesar 2,00 persen.

Halaman
12
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved