Berita Gresik

Diprotes Warga, Pemkab Gresik Terpaksa Tambal Jalan Nasional

Tambal sulam dilakukan terhadap sejumlah lubang di sepanjang jalan Sukomulyo-Tenger di Kecamatan Manyar.

Diprotes Warga, Pemkab Gresik Terpaksa Tambal Jalan Nasional
surya/m taufik
Petugas Dinas PU Gresik melakukan tambal sulam terhadap lubang-lubang jalan di Sukomulyo-Tenger, Manyar, Selasa (3/12). 

SURYA.co.id | GRESIK - Protes keras yang dilakukan warga terkait jalan nasional yang rusak dan tak kunjung diperbaiki, dengan menanam pohon dan meletakkan pipa gas berukuran besar, membuahkan hasil.

Pemkab Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai ikut cawe-cawe dengan melakukan tambal sulam terhadap jalan yang banyak lubangnya itu, Selasa (3/12/2016).

Tambal sulam dilakukan terhadap sejumlah lubang di sepanjang jalan Sukomulyo-Tenger di Kecamatan Manyar.

"Panjang sekitar 200-300 meter. Dan hanya tambal sulam pada lubang-lubang jalan," ungkap juru bicara Pemkab Gresik, Suyono.

Jalan Daendles yang diperbaiki itu statusnya merupakan jalan nasional.

Tapi karena urgent dan banyak tekanan dari masyarakat, Pemkab Gresik pun terpaksa ikut cawe-cawe.

"Karena sudah urgent, kerusakan itu mengganggu aktivitas warga. Makanya, Pemkab memutuskan ikut menambal jalan yang rusak menggunakan uang APBD. Tidak masalah, toh demi kepentingan warga," sambung dia.

Selain itu, dijelaskan, informasi yang diterima Dinas PU Gresik, BBPJN juga bakal melakukan tambal sulam terhadap lubang-lubang jalan di kawasan Betoyo yang belakangan ini juga banyak dikeluhkan warga.

"Kabar yang kami terima, tambal sulam oleh BBPJN dilakukan Selasa malam," lanjutnya.

Upaya ini juga dilakukan karena banyaknya protes dari warga. Kendati instansi yang bertugas menangani jalan nasional itu telah merencanakan pembangunan jalan Daendles Manyar pada Februari mendatang.

"Kalau pembangunan jalan tetap pada rencana awal, Februari nanti," pungkas Suyono.

Sehari sebelumnya, warga menaruh pipa besar milik PGN yang beratnya lebih dari satu ton di tengah jalan Desa Betoyo.

Di sisi lain, warga juga menanam pohon di lubang jalan yang berada di Jalan Tenger, semua di Kecamatan Manyar.

Aksi-aksi tersebut bukan yang pertama dilakukan warga untuk memprotes banyaknya jalan rusak dan tak kunjung diperbaiki.

Beberapa waktu lalu, bahkan hampir seribu orang warga di kawasan jalan Daendles ramai-ramai menggelar unjuk rasa di gedung DPRD dan Pemkab Gresik mendesak agar jalan segera diperbaiki.

Penulis: M Taufik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved