Berita Gresik

Babak Baru Kasus Penghinaan Gus Dur di Facebook, Ini yang Dilakukan Pemuda Ansor

Penyidik serius menanggapi laporan dugaan penghinaan terhadap mantan presiden Gus Dur dan Gus Mus

Babak Baru Kasus Penghinaan Gus Dur di Facebook, Ini yang Dilakukan Pemuda Ansor
surya/sugiyono
Arik S Wartono (dua dari kiri) mendatangi kantor PCNU Gresik, Selasa (3/1/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Kasus dugaan penghinaan yang dilakukan Arik S Wartono terhadap kiai dan mantan Presiden RI almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sudah masuk ke Polres Gresik setelah dilaporkan Pemuda Ansor Kabupaten Gresik.

Polres Gresik telah berkonsultasi ke ahli bahasa dan ahli ilmu teknologi (IT) untuk mendalami bahasa yang disampaikan Arik lewat media sosial Facebook dan melalui jaringan internet.

"Dari penyidik sudah konsultasi ke ahli bahasa dan ilmu komputer. Sesuai Undang-undang IT, perbuatan tersebut melanggar," kata Kasat Rekrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo, Selasa (3/1/2017).

Beberapa berkas berisi status Facebook Arik, menjadi bukti pelaporan pengurus GP Ansor Kabupaten Gresik di Polres.

Sementara, Agus Junaidi, Ketua GP Ansor Kabupaten Gresik mengatakan, perbuatan Arik sangat mencederai masyarakat Indonesia sebab yang dihina yaitu Gus Mus dan Gus Dur.

Keduanya merupakan tokoh agama, kiai dan pemersatu antar umat beragama.

"Almarhum Gus Dur Presiden ke IV ini telah menjadi tokoh internasional, tapi dihina Arik melalui media sosial Facebook. Kami Ansor Gresik sangat tidak terima jika melihat hinaan itu, sehingga kami serahkan kasus ini secara hukum," kata Agus, usai dari Mapolres Gresik untuk melengkapi berkas.

Agus menambahkan, penyidik serius menanggapi laporan dugaan penghinaan terhadap mantan presiden Gus Dur dan Gus Mus. "Tadi melengkapi berkas ke Polres," imbuhnya.

Sementara Arik S Wartono, mempersilahkan kasus tersebut dilanjutkan.

Namun, ia mengaku maksud membuat status tersebut tidak untuk menghina Gus Dur dan Gus Mus.

"Kasus lanjut ya monggo. Itu akan jadi publikasi gerakan saya. Gerakan sipil konstitusional untuk mengembalikan konstitusi negara ini kepada UUD 45 yang asli," kata Arik, warga Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, kelahiran 14 Oktober 1974 yang juga pendiri Sanggar Lukis Daun.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved