Indonesia Soccer Championship

Hansamu Mangkir dari Panggilan Polri, Manajemen BFC Deadline hingga Januari 2017

HANSAMU MANGKIR. Langkah manajemen Bhayangkara FC (BFC) merekrut seluruh pemain yang menjadi anggota polisi tak berjalan lancar.

Hansamu Mangkir dari Panggilan Polri, Manajemen BFC Deadline hingga Januari 2017
instagram
Hansamu Yama Pranata 

SURYA.co.id | SURABAYA - Langkah manajemen Bhayangkara FC (BFC) merekrut seluruh pemain yang menjadi anggota polisi tak berjalan lancar.

Meski petinggi Polri telah mengeluarkan ultimatum dan mewajibkan seluruh pemain anggota polri untuk bergabung dan memperkuat BFC, namun tak semua pemain mau dan bergegas bergabung.

Hansamu Yama Pranata pemain belakang Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 ini contohnya.

Meski pada 27 Desember 2016 lalu seluruh pemain sepakbola anggota Polri datang ke SPN Mojokerto untuk berkumpul dan memenuhi panggilan petinggi Polri terkait pengarahan yang mewajibkan anggota dari berbagai klub sepakbola harus berpindah ke BFC, Hansamu justu tak datang.

Padahal Hansamu saat ini telah tercatat sebagai siswa polisi.

Ketidak hadiran Hansamu dikabarkan karena saat ini pihaknya tengah bingung memutuskan akan bergabung dengan BFC atau Barito Putera, tim yang memperebutkannya.

Mengetahui hal ini, Asisten Manajer BFC AKBP Sumardji angkat bicara.

"Hingga kini belum ada keputusan dari Hansamu," tegas Sumardji pada Surya Online, Jumat (30/12/2016).

Terkait hal ini, manajemen BFC mengaku belum menentukan langkah apa yang harus diambil.

Manajemen hanya memberi batas waktu pada Hansamu untuk menentukan keputusan hingga minggu depan.

"Kami berikan waktu hingga Januari kepada Hansamu untuk memutuskan gabung atau tidak karena kami masih memberikan kesempatan," ujar pria berkacamata tersebut.

Jika nanti apabila Hansamu tak juga memenuhi panggilan bergabung dan memilih bergabung ke Barito Putera, pihaknya belum membahas apakah akan ada sanksi tegas soal itu.

Pihaknya hanya ingin Hansamu memenuhi tugasnya sebagai siswa polri yang wajib bergabung dan membela tim Polri yakni BFC.

"Belum sampai ke arah sana, hanya kewajiban Hansamu sebagai siswa Polri di SPN Mojokerto harus di penuhi," kata Sumardji.

Sementara itu, CEO BFC Gede Widiade mengaku kurang memahami penanganan pemain anggota Polri. Pihaknya lebih menangani pemain dari kalangan sipil.

Namun menurut Gede, Hansamu harus menjalankan tugas yang diwajibkan oleh Polri, mengingat dirinya saat ini tercacat sebagai anggota Polri.

"Kalau soal Hansamu, itu antara Polri dengan pemain. Saya sendiri tak terlalu paham masalah itu karena saya lebih menangani pemain dari kalangan sipil. Tapi, mengingat Hansamu menjadi polisi dari rekrutmen prestasi, menurut pendapat saya dia wajib mengikuti aturan yang ditetapkan kepolisian," jelas Gede Widiade, Jumat (30/12/2016).

Penulis: Dya Ayu
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved