Berita Madiun

Dua WN Tiongkok yang Diusir dari Madiun Pegawai PT INKA? Ini Klarifikasinya. . .

Dua TKA itu adalah konsultan kontraktor pemenang tender pengolahan limbah PT INKA Multi Solusi (IMS),anak perusahaan PT INKA.

Dua WN Tiongkok yang Diusir dari Madiun Pegawai PT INKA? Ini Klarifikasinya. . .
kompas.com/muhlis al alawi
Dua tenaga kerja asing asal China yang dideportasi dari Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Jumat ( 30/12/2016) pagi. 

SURYA.co.id | MADIUN - Manajemen PT Industri Kereta Api (INKA) membantah dua tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang dideportasi Kantor Imigrasi Kelas II Madiun adalah pegawainya.

Dua TKA itu adalah konsultan kontraktor pemenang tender pengolahan limbah dari PT INKA Multi Solusi (IMS) selaku anak perusahaan PT INKA.

"Secara murni, INKA sebagai industri kereta api, tidak ada pekerja asing yang digunakan PT INKA. PT INKA murni mulai teknologi, desain, dan produksi dengan menggunakan sumber daya manusia putra-putri Indonesia," kata Senior Manager Secretary Public Relation dan CSR PT INKA, Cholik Mochamad Zam-Zam, Jumat (30/12/2016).

Cholik mengklarifikasi pemberitaan terkait penyebutan dua TKA yang dideportasi bekerja di PT INKA oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Sigit Roesdianto.

Ia menegaskan, tidak ada satu pun pekerja asing yang digunakan PT INKA.

Terkait keberadaan dua TKA itu, Cholik menjelaskan, kebetulan PT IMS selaku anak perusahaan PT INKA menggelar tender pengolahan limbah.

Pemenang tendernya adalah Asasandong, yang berasal dari negeri Tiongkok.

Kemudian, kontraktor pemenang mengambil konsultan dan mempekerjakan TKA dari Tiongkok.

Terhadap persoalan itu, PT INKA sudah menegur anak perusahaan PT IMS agar lebih teliti bila mempekerjakan atau melibatkan TKA.

Sebelum mempekerjakan TKA, izin dan dokumennya harus jelas dan lengkap.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved