Breaking News:

Berita Surabaya

Surabaya Children Crisis Center Dampingi 50 Pelajar Terlibat Hukum

Rata-rata atau sebagian besar pelajar yang terlibat tindakan kriminal itu dari keluarga menengah ke bawah.

surya/ist
Edward Dewaruci, Direktur Eksekutif Surabaya Children Crisis Center (SCCC) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyak pelajar di Surabaya terlibat perbuatan kriminal, dimana beberapa di antaranya melakukan aksi begal. Saat ini, sebagian besar dalam proses hukum.

Meski masih berusia belia, mereka terbilang nekat saat beraksi. Ada yang bertugas sebagai joki atau penjemput, ada pula yang pelaku murni.

"Saat ini, kami mendampingi 50 anak (pelajar) yang terlibat masalah hukum," kata Edward Dewaruci, Direktur Eksekutif Surabaya Children Crisis Center (SCCC), Rabu (28/12/2016).

Dari puluhan pelajar yang terlibat perbuatan kriminal dan melawan hukum itu, sebanyak enam di antaranya 'mbegal'.

Menurut Edward, baik yang tengah disidik di kepolisian maupun yang jadi terdakwa di pengadilan, mereka perlu pendampingan maksimal.

"Tidak saja untuk membesarkan hati para pelajar yang berperkara hukum, tetapi juga untuk memenuhi hak mereka," katanya.

Edward mengungkapkan, rata-rata atau sebagian besar pelajar yang terlibat tindakan kriminal itu dari keluarga menengah ke bawah.

Meski hanya enam pelajar yang terlibat aksi begal dan ditangani hukum, tidak tertutup kemungkinan jumlahnya lebih.

"Pelajar begal itu yang didampingi SCCC. Bisa jadi jumlah mereka yang terlibat lebih banyak, yang di luar pendampingan kami," tambah Edward.

Saat ini, oleh penegak hukum, para pelajar atau anak di bawah 18 tahun itu dijerat dengan pasal 363, pencurian dengan pemberatan.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved