Berita Banyuwangi

Lindungi Desa Wisata, Investor ke Banyuwangi Dilarang Mengubah Nilai Budaya Lokal

Kalau sebelumnya perizinan diurus ‎Badan Pelayanan Perizinan Terpadu‎ (BPPT), dalam raperda ini izin wajib diawali dari tataran desa.

Lindungi Desa Wisata, Investor ke Banyuwangi Dilarang Mengubah Nilai Budaya Lokal
surya/haorrahman
Budaya ngopi di Desa Kemiren Banyuwangi 

"Akan ada kontrak karya yang berisi tenaga kerja yang direkrut harus dari warga desa setempat, produk yang dikembangkan harus berbasis lokal, tidak mengubah nilai budaya lokal, dan memperhatikan lingkungan," kata Sahlan.

Desa-desa di Banyuwangi kini terus berinovasi menjadi potensi wisata. Taman Sari, Songgon, Gombengsari, Banjar, Kemiren, dan desa-desa lainnya menjadi desa dengan atraksi wisata yang unik.

Tamansari sebagai desa penyangga Kawah Gunung Ijen yang menjadi destinasi favorit, layak dikunjungi dengan potensi kerajinan belerang, seruni, dan madu.

Dekat dengan Tamansari, terdapat Desa Banjar yang dikenal penghasil aren (gula merah) dengan banyak kuliner khas aren. Jadi sebelum ke Ijen, layak untuk berpetualang di desa-desa itu.

Selain itu, yang layak dikunjungi adalah Songgon.

Kawasan wisata Karo, Songgon, Banyuwangi kini mulai ramai dibicarakan. Di tempat ini dikenal dengan wisata hutan pinusnya.

Tempat ini menjadi favorit untuk selfie, dengan nuansa hijau pinus, nuansa kian nyentrik dengan banyak rumah pohon, camping, dan bergelantungan di pinus.

Tidak hanya pinusnya, di Songgon juga ada tempat bagi penikmat arung jeram.

Di Desa Sumber Bulu, Songgon ada tempat untuk arung jeram di sungai yang dikenal Kali Badeng. Dengan menggunakan ban, menelusuri sungai atau yang dikena dengan tubing atau body rafting.

Bagi penikmat kopi rakyat dan adventure, bisa mencoba tantangan Gombengsari yang dikenal sebagai Kampung Kopi.

Penulis: Haorrahman
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved