Berita Ekonomi Bisnis

Lewat KUR Tani, Warga Sidoarjo Terima Kredit Rp 232 Juta, begini Responsnya

"SAYA DAPAT kredit KUR untuk kebun tebu saya. Untuk biaya pembelian pupuk, biaya garap dan ongkos tebang," jelas Mujamilatif.

Lewat KUR Tani, Warga Sidoarjo Terima Kredit Rp 232 Juta, begini Responsnya
surya/sugiharto
Kepala BNI Kanwil Surabaya, Risang widoyoko (dua dari kiri) bersama Dirut PG Candi Baru, Warsito memandu penggunaan kartu tani pada warga wonoayu sidoarjo penerima kartu tani, dan penerima KUR petani tebu Mujamilatin di Kantor PG Candi Baru, Sidoarjo, Kamis (29/12/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Petani tebu di bawah Pabrik Gula (PG) Candi Baru, Sidoarjo, Kamis (29/12/2016), menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Negara Indonesia (BNI) Kanwil Surabaya. Salah satu petani yang menerima adalah Mujamilatif, warga Sidoarjo dengan nilai kredit Rp 232,8 juta.

"Saya dapat kredit KUR untuk kebun tebu saya. Untuk biaya pembelian pupuk, biaya garap dan ongkos tebang," jelas Mujamilatif.

Dia tidak menerima secara tunai, tapi menerima dalam bentuk nontunai. Kemudian untuk membelanjakan pupuk, membayar biaya garap dan ongkos tebang, Mujamilatif harus mencairkan dulu lewat agen.

Juga dengan nontunai. Misalnya saat membeli pupuk, Mujamilatif melakukan transaksi lewat agen, kemudian bukti pembayaran ke agen ditunjukkan ke penjual pupuk, yang akan menyerahkan pupuk untuk dipakai di kebun tebu.

"Jadi KUR saya aman. Dulu kalau ada yang terima KUR, selalu takut-takut saat perjalanan pulang, karena bawa uangnya secara tunai. Takut dijambret atau dirampok," cerita Mujamilatif.

Selain Mujamilatif, ada 59 petani tebu dibawah PG Candi Baru yang juga menerima KUR. Besarannya bervariasi mulai Rp 77 juta hingga Rp 400 juta.

Risang Widoyoko, CEO BNI Kanwil Surabaya, menyebutkan, pemberian KUR sekaligus kartu tani ini merupakan yang pertama bagi BNI di wilayah Surabaya.

"Selanjutnya kami masih ada sekitar 2.237 kartu tani yang terkait KUR lainnya yang akan segera kami distribusikan juga. Fokus pertama memang masih petani tebu," jelas Risang, didampingi Direktur PG Candi Baru, Warsito.

Penyerahan KUR kepada petani tebu PG Candi Baru ini menggunakan pola one on One. Dimana perbankan langsung dengan petani melalui PG. Menurut Risang, dengan pola ini, perbankan menjadi lebih yakin dan merasa aman, karena petani yang mendapat kucuran kredit, pasarnya sudah jelas. Pola kerja juga sudah jelas, sehingga produktifitasnya tidak lagi dipengaruhi oleh suasana hati masing-masing individual petani.

"Apalagi penyalurannya secara non tunai. Dengan penghitungan yang matan. Per hektar rata-rata dengan nilai kredit Rp 21 juta," lanjut Risang.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved