Berita Banyuwangi

Banyuwangi Wajibkan Tempat Usaha Mundur 10 Meter dan Rumah Mundur 5 Meter

Bangunan di sepanjang jalan poros harus mundur 10 meter dari sempadan jalan. Aturan tersebut berlaku bagi bangunan di tepi jalan nasional, provinsi ma

Banyuwangi Wajibkan Tempat Usaha Mundur 10 Meter dan Rumah Mundur 5 Meter
haorrahman
Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengumpulkan seluruh ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RT/RW) di Pendapa Banyuwangi, Kamis (29/12) sore. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pesatnya pariwisata Banyuwangi membuat jalan-jalan di kampung-kampung harus tertata.

Ini karena saat ini tren wisatawan tidak hanya ingin menikmati tempat-tempat wisata, namun juga menelusuri jalanan kampung. Karena itu, masyarakat di kampung-kampung harus menjaga lingkungan.

"Saat ini banyak wisatawan itu masuk ke kampung-kampung, pasar tradisional, dan gang-gang," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (29/12/2016).

Sebab itu, ‎Pemkab Banyuwangi mengumpulkan seluruh ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RT/RW), di Pendapa Banyuwangi, Kamis (29/12) sore.

Anas meminta agar ketua RT/RW turut menjaga tata ruang di kampungnya masing-masing. Selain kebersihan, Anas juga meminta agar ketua RT/RW turut menjaga ketertiban bangunan.

Bangunan di sepanjang jalan poros harus mundur 10 meter dari sempadan jalan. Aturan tersebut berlaku bagi bangunan di tepi jalan nasional, provinsi maupun kabupaten yang diperuntukkan bagi usaha.

Sedangkan bangunan rumah harus mundur 5 meter dari sempadan jalan.

Tujuan instruksi itu selain faktor keamanan lalu lintas, agar Kota Banyuwangi lebih tertata dan memiliki banyak ruang terbuka hijau (RTH).

Jika syarat ini tidak dipenuhi, maka izin pendirian bangunan tersebut tidak akan dikeluarkan.

"Saya minta ketua RT/RW turut mengawasi. Ingatkan warganya apabila mendirikan bangunan. Apabila sulit, laporkan ke Satpol PP agar ditindak," kata Anas.

Pemkab telah memberikan surat edaran kepada seluruh Camat dan Lurah se Kabupaten Banyuwangi tentang peraturan pendirian bangunan, khususnya di tepi jalan.

Selain itu, Anas juga meminta agar RT/RW membuat kampungnya asri, dengan banyak menanam pepohonan. Ini sejalan dengan komitmen Pemkab yang telah menggerakkan Gerakan Sedekah Oksigen.

Penulis: Haorrahman
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved