Berita Kampus Surabaya

ITS Kalah Sedikit Dibanding UGM soal Jumlah Proposal PKM-KT Terdanai

ITS KALAH SEDIKIT DIBANDING UGM. ITS selisih satu proposal saja dari posisi pertama yaitu UGM dengan 49 proposal terdanai.

ITS Kalah Sedikit Dibanding UGM soal Jumlah Proposal PKM-KT Terdanai
surya/habibur rohman
ARSIP - Bebagai macam karya mahasiswa ITS dipamerkan Kampus ITS dikantor Rektorat lama ITS Surabaya, Kamis(15/12/2016). 

SURYA.co.id| SURABAYA - Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT) yang terdiri dari PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT) tahun 2016 gelaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) telah mencapai puncaknya.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil meraih posisi kedua dengan 48 proposal yang didanai, selisih satu proposal saja dari posisi pertama yaitu UGM dengan 49 proposal terdanai. 

ITS unggul untuk level Jatim.

Keberhasilan ITS meraih 48 proposal PKM-KT terdanai ini terdiri dari 43 PKM-GT dan lima PKM-AI. “Torehan ini cukup menggembirakan (bagi ITS),” tutur Darmaji, Direktur Kemahasiswaan ITS, 28 Desember 2016.

Dosen Departemen Matematika ini juga mengungkapkan bahwa keberhasilan ini dapat terwujud karena adanya kebersamaan dan sinergi yang kuat dari setiap elemen di ITS. Elemen utama yaitu mahasiswa sebagai pembuat PKM.

Sedangkan elemen pendukungnya adalah dosen pembimbing, Tim Kawal PKM, serta Organisasi Mahasiswa (Omawa) yang terdiri dari BEM ITS dan HMJ.

Pria asal Lamongan ini berharap agar budaya menulis di ITS tidak hanya melulu di gelaran PKM. Tapi dirinya ingin budaya menulis tersebut bisa melekat pada seluruh mahasiswa ITS dalam setiap event. “PKM bukan hanya menjadi tujuan tetapi sebuah pembelajaran,” tambahnya. 

Dosen dengan bidang keahlian ilmu komputer ini juga mengatakan karya-karya tulis mahasiswa ini dapat menjadi suatu sedekah ide. Ide bisa menjadi sedekah jika dipublikasikan. Jika tidak dipublikasiskan, lanjutnya, maka tidak ada nilai kebermanfaatan di dalamnya. 

Cara publikasi sedekah ide sendiri hanya ada dua, yaitu dengan lisan dan tulis. Namun, seperti diketahui apa yang didengar dapat dilupakan tapi sesuatu yang ditulis dapat menjadi abadi. Oleh karena itu, Darmaji berpesan pada mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan tulisan ilmiahnya. Agar ke depan bisa lebih banyak lagi prestasi yang dihasilkan dari kemampuan menulis ilmiah ini.

Sementara itu, Pembantu Rektor III Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ketut Prasetyo mengatakan, ada 11 PKM-KT yang lolos dari 30 PKM-KT yang diusulkan ke tingkat pusat. Namun, proposal yang lolos itu masih didominasi oleh fakultas teknik dan fakultas MIPA. Padahal, ada banyak fakultas yang ada di Unesa. ”Jadi ke depan, semua fakultas akan digairahkan,” katanya.

Setiap karya tulis yang lolos akan didanai oleh Kemenristek Dikti. Ketut menyebut, dana untuk setiap karya tulis mencapai Rp 7,5-10 juta. Untuk mendongkrak minat mahasiswa terhadap PKM yang berkualitas, berbagai terobosan akan dilakukan. Di antaranya, dengan memberikan motivasi dan pendampingan secara kelembagaan.

”Manajemen juga harus bagus, kakak kelas yang pernah lolos dalam PKM bisa berbagi informasi atau sharing kepada adik kelasnya,”ungkapnya.

Selain PKM-KT, mahasiswa juga berpartisipasi pada PKM 5 Bidang. Yakni, PKM Penelitian, PKM Pengabdian Masyarakat, PKM Kewirausahaan, PKM Karsa Cipta, dan PKM Teknologi. Ketut mengatakan, pada 2015, ada 36 judul PKM 5 Bidang yang lolos seleksi.

Tahun ini, Ketut menargetkan bisa mencapai 60 PKM yang lolos. ”Pertengahan Januari nanti, akan diumumkan yang lolos oleh Kemenristek Dikti,” katanya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved