Breaking News:

Berita Gresik

4 Buruh Pabrik di Gresik Curi Ratusan Kambing dan Semua Barang, Begini Modusnya

4 BURUH PABRIK BOBOL RUMAH. Mereka mengaku upahnya kurang lalu menguras semua barang di rumah sasaran, tak terkecuali kambing.

Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli
sugiyono
MALING KAMBING - Komplotan penguruas isi rumah orang ditangkap Polsek Ujungpangkah, Gresik, Selasa (27/12/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Jajaran Polsek Ujungpangkah, Gresik menangkap komplotan penguras isi rumah. Tidak tanggung-tanggung seluruh isi rumah dicuri termasuk ternak kambing juga dibawa kabur. 

Pelaku bobol rumah dengan cara congkel jendela dan congkel kandang kambing kemudian mengambil barang dalam rumah, termasuk elektronik, barang-barang pertanian tambak dan perkebunan, serta ratusan kambing yang ada di kandang.

Aksi tersebut tidak hanya sekali tapi pernah dilakukan oleh para pelaku di wilayah Ujungpangkah, Sidayu dan Dukun dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun terakhir ini.

Aksinya tergolong lincah, sebab para pencuri langsung menjualnya ke pedagang ternak.

"Para pelaku ini modusnya dengan cara jalan-jalan menggunakan motor. Melihat target pencurian aman tidak ada orang, langsung mendatangkan mobil pick up. Selanjutnya dibawa ke penadah," kata Kapolsek Ujungpangkah AKP Sudjiran, Selasa (27/12/2016).

Para pelaku adalah Shobihin Al Awalin alias Wawan, (25), warga Dusun Tegal Sari, Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian lepas.

Berikutnya adalah Mubin (41), warga Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah.

Dua pelaku lainnya kabur dan Polsek Ujungpangkah sudah mengetahui identitasnya.

Keduanya yaitu Alimun alias Ali (30) warga Desa Pangkah Wetan, Kecamatab Ujungpangkah dan Sholikun (35), warga Desa Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.

Barang bukti yang berhasil disita yaitu 15 ekor kambing, perabotan rumah tangga, perabotan elektronik, alat-alat perikanan, alat-alat bangunan dan alat-alat pertanian.

Selain itu juga sepeda motor Yamaha Vega R, Nopol S 2520 KJ, sebuah tablet smartphone dan uang tunai Rp 415.000.

Kepada penyidik, kedua tersangka mengaku bahwa nekat mencuri karena penghasilan sehari-hari masih kurang.

"Upah dari kerja pabrik harian lepas masih kurang. Terpaksa sama teman-teman direncanakan mencuri," kata Shobihin Al Awalin alias Wawan.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal 7 tahun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved