Berita Sumenep Madura

Duh. . . Perencanaan Proyek Stadion Ahmad Yani Sumenep Copy Paste GOR Mojokerto

Proyek perencanaan pengadaan dan pembangunan lampu stadion Gelanggang Olah Raga (GOR) A Yani Pangligur Sumenep senilai Rp 5,5 Milyar diduga bermasalah

Duh. . . Perencanaan Proyek Stadion Ahmad Yani Sumenep Copy Paste GOR Mojokerto
achsanulqosasi.com
Stadion A Yani Sumenep, Madura 

SURYA.co.id|SUMENEP - Proyek perencanaan pengadaan dan pembangunan lampu stadion Gelanggang Olah Raga (GOR) A Yani Pangligur Sumenep senilai Rp 5,5 Milyar diduga bermasalah.

Proyek tersebut diduga mencopy perencanaan pengadaan lampu stadion di stadion GOR Kabupaten Mojokerto.

Karenanya, proyek itu tidak bisa dilaksanakan karena tidak sesuai dengan kondisi GOR A Yani Pangligur Sumenep.

Padahal dana proyek perencanaannya sebesar Rp 164 juta dari total anggaran Rp 194 juta sudah selesai dibayarkan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep.

" Mestinya Disbudparpora menganalisa atau cermat dalam melihat hasil proyek perencanaan pengadaan dan pembangunan lampu GOR. Tapi malah membayar dana proyek tersebut kepada CV Mega Skala, walau jelas-jelas design tidak sesuai karena mencopy design milik GOR di Mojokerto," ujar Ainur Rahman aktifis Forum Komunikasi Peduli Sumenep, Jumat (23/12/2016).

Dari dokumen perencanaan dari CV Mega Skala asal Malang Jawa Timur tersebut menyebutkan bahwa Stadion GOR A Yani Pangligur Sumenep adalah stadion peninggalan sejarah sejak jaman penjajahan Belanda dan tercatat sebagai cagar budaya Mojokerto wilayah Kerja Provinsi Jawa Timur di Trowulan, Mojokerto, dengan konstruksi bangunannya terdiri dari 5 lantai.

" Di sinilah terbongkarnya, kalau perencanaan itu abal-abal karena ternyata copy paste dengan perencanaan milik Pemkab Mojokerto. Karena stadion A Yani bukan cagar budaya dan berlokasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bukan di Mojokerto, dan konstruksi bangunannya tidak 5 lantai," lanjutnya.

Dari sejak dibangun pada tahun 1990-an stadion A Yani Pangligur Sumenep tidak ada bangunannya berlantai 5, tetapi hanya berupa tribun VIP dan tribun untuk penonton umum saja.

Karena itulah perencanaan tersebut sangat tidak sesuai sehingga jauh dari kondisi bangunan stadion A Yani Pangligur saat ini sehingga hasil perencanaan itu tidak dipakai. 

" Mestinya Disbudparpora mengembalikan hasil perencanaan CV Mega Skala tersebut. Tetapi celakanya kog malah dibayar hinga pembayarannya mencapai 70 persen. Ada apa dengan proyek perencanaan ini ?," tanya aktifis anti korupsi ini.

Dugaan penyelewengan proyek itu juga sudah dilaporkan secara resmi ke Polres Sumenep. " Kami telah pasrahkan ke Polres Sumenep untuk menindaklanjuti dugaan penyelewengan proyek tersebut," pungkasnya.

Kadisbudparpora Sumenep, Sofiyanto ketika dikonfirmasi tidak di tempat. Telepon selulernya pun ketika dihubungi tidak diterima.

Sedangkan dikonfirmasi melalui Kadis PU Tata Ruang Sumenep, Bambang Irianto membenarkan bahwa memang ada proyek pengadaan lampu stadion GOR A Yani Pangligur Sumenep, tetapi untuk sementara masih belum bisa dilanjutkan karena ada persoalan di proses perencanaannya.

" Rencana tahun ini pembangunannya akan diserahkan ke kami, tapi kami tidak bersedia karena masih dalam masalah," kata Bambang Irianto.

Penulis: Moh Rivai
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved