Berita Surabaya

Dokter Belum Berhasil Operasi Bayi Kembar Siam dari Probolinggo, ternyata ini Penyebabnya

DUA BAYI ini mengalamai Omphalopagus (dempet tali pusar) dengan Atresi Ani (tidak memiliki anus).

Dokter Belum Berhasil Operasi Bayi Kembar Siam dari Probolinggo, ternyata ini Penyebabnya
surya/habibur rohman
DEMPET TALI PUSAR - Bayi kembar siam dari Probolinggo diagnosis Omphalopagus (dempet tali pusar) dengan Atresi Ani (tidak punya anus) dalam perawatan di IRD Ruang Nicu RSUD Dr Soetomo, Jumat (23/12/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satu lagi kasus bayi kembar siam dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Dua bayi berjenis kelamin perempuan tersebut rujukan dari RSIA Amanah Probolinggo.

Dua banyi ini mengalamai Omphalopagus (dempet tali pusar) dengan Atresi Ani (tidak memiliki anus).

Menurut salah satu tim dokter bayi kembar siam, dr Agus Harianto, SpA (k) kondisi kedua bayi lengkap dari atas sampai bawah.

Namun, karena dempet tali pusar dan tidak memiliki anus, bayi sedang dalam pengawasan khusus.

"Kami belum bisa melakukan operasi karena bayi terlahir prematur, dan kita masih melakukan observasi lebih lanjut. Setidaknya menunggu bayi memiliki berat 5 kilogram (masing-masing bayi), kecuali dalam masa adaptasi ini terjadi emergency," kata Agus kepada Awak media, Jumat (23/12/2016).

Sedang dokter Budi Laraswati SpRad (K), salah satu tim dokter bayi kembar pasangan Nurul Iman Mustari dan Jumani ini menambahkan, banyak hal harus menjadi pertimbangan untuk operasi pada bayi kembar siam.

"Paling tidak anak ini baik dan memiliki kondisi stabil. Sudah mulai miring sedikit dan bergerak jadi kami bisa lebih berani lagi. Saat ini kami sedang fokus pada stabilisasi dan nutrisi, yaitu pemberian nutrisi albumin lewat infus," tambah Budi Laraswati.

Seperti hasil observasi sementara, melalui tes kardiografi bayi Jumani yang pertama mengalami hipertens. Kedua bayi juga mendapatkan infeksi pada tali pusar, dan saluran pembuangan karena adanya coacle atau air kencing yang bercampur dengan kotoran.

"Sementara ini yang akan kami teliti lebih lanjut adalah adanya pembuluh darah, antara bayi satu dan bayi kedua. Jadi pemeriksaan hari ini masih sangat dasar yaitu anatomi bayi. Terkait ancaman infeksi pasti ada, karena kondisi pusar dan tidak punya dubur," jelas Agus.

Untuk meringankan tingkat infeksi pada pusar bayi kembar siam ke 81 RSUD Dr Soetomo ini, Agus mengaku memberikan antiseptik sementara Triples Dye Solution (Proflafin Hemi Sulfat, Brilian Crisian Blue, dan Cristal Violet).

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved