Minggu, 3 Mei 2026

Berita Sidoarjo

Proyek Frontage Road di Sidoarjo Terkendala Lahan, selain itu Banyak Dokumen Tanah ternyata . . .

Pemkab Sidoarjo melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM), Sigit Setyawan, mengatakan pihaknya masih kesulitan membebaskan lahan.

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
surya/miftah faridl
Kepala Dinas PU Bina Marga Sigit Setyawan 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Masalah pembebasan lahan masih menjadi kendala pembangunan Frontage Road (FR), Selasa (20/12/2016).

Padahal, pembangunan jalan sepanjang 9,2 km yang melintasi Waru hingga Buduran ini telah berlangsung selama enam tahun.

Pemkab Sidoarjo melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM), Sigit Setyawan, mengatakan pihaknya masih kesulitan melakukan pembebasan lahan terutama permukiman warga.

"Masih mengupayakan pembebasan lahan, terutama lahan milik warga," kata Sigit, Selasa (20/12/2016).

Kendala utama pembebasan lahan warga adalah karena masih banyak ditemukan ketidaksinkronan antara luas lahan milik warga dengan dokumen tanah dan hasil pengukuran langsung di lapangan.

Belum lagi ketika dikroscek silang dengan lahan milik PT KAI yang bersinggungan dengan lahan milik warga, terdapat ketidakcocokan data.

Dari 9,2 km itu, sekitar 31 persen atau 2.850 meter merupakan lahan warga. Sisanya dimiliki pihak perusahaan dan instansi pemerintah.

Sigit menyatakan pihaknya masih mengestimasi anggaran 2017 untuk pembebasan lahan. Namun, pihaknya menargetkan 114 berkas dari 253 berkas lahan milik warga selesai dibebaskan untuk 2017 mendatang.

"Kalau 2015 kemarin sekitar Rp 17 miliar," sambungnya.

Kendati demikian, untuk lahan dari pihak swasta, Sigit mengaku optimistis. Terakhir, pemkab mendapatkan lahan sekitar 100 meter yang sudah diserahterimakan dari PT Jayaland.

"Kami terus melakukan pendekatan agar pihak swasta bisa menghibahkan sebagian lahannya untuk FR ini," ujarnya.

Sigit membandingkan, Pemkot Surabaya yang memiliki anggaran besar membutuhkan 16 tahun untuk membangun FR Timur.

Sidoarjo yang anggarannya terbatas, perlu melakukan upaya lain, satu di antaranya melakukan lobby dengan para pengusaha.

"Kami berikan penghargaan M-Bonk Award kepada pihak swasta sebagai apresiasi karena telah berkontribusi menghibahkan sebagian lahannya," ujarnya.

Direksi PT Jayaland, Subianto Setjawardaja, menambahkan pihaknya menghibahkan sebagian lahannya agar pembangunan FR bisa segera terwujud. Tak hanya lahan, pihaknya juga akan memperlebar pintu masuk perumahan Puri Surya Jaya (PSJ) agar tak terjadi penumpukan kendaraan.

"Kami akan koordinasikan dengan PU BM dan PT KAI untuk teknisnya lebih lanjut," tandas Subianto.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved