Peristiwa Mancanegara

Duta Besar Rusia Untuk Turki Ditembak Mati Saat Pidato di Pameran Seni

Saat berpidato di pembukaan galeri seni di Turki, duta besar Rusia ditembak mati oleh seorang polisi. Sambil menembak, pelaku berteriak begini...

Duta Besar Rusia Untuk Turki Ditembak Mati Saat Pidato di Pameran Seni
Youtube
Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov (kanan) tersungkur setelah ditembak sebanyak delapan kali oleh seorang polisi (kiri) di Ankara, Senin (19/12/2016) petang waktu setempat. Dia ditembak ketika sedang berpidato dalam pembukaan galeri seni. 

SURYA.co.id | TURKI - Ketegangan yang berlangsung di Turki menjadi semakin meningkat setelah duta besar Rusia untuk negara tersebut, Andrei Karlov, ditembak mati ketika sedang berpidato di hadapan wartawan dalam sebuah pembukaan galeri seni di Ankara.

Dalam video yang menampilkan saat-saat terjadinya penembakan tersebut, pelaku yang ternyata adalah polisi, melepaskan delapan tembakan ke arah Andrei Karlov dari belakang.

Seketika, sang duta besar itu pun tersungkur dan tewas seketika.

Saat melepaskan tembakan, pelaku berteriak : Jangan Lupakan Aleppo. Jangan Melupakan Suriah. Selama kota-kota kami belum aman, kalian semua tidak akan bisa merasa aman. Hanya kematian yang bisa membawaku keluar dari tempat ini. Semua yang terlibat dalam penderitaan ini, mesti membayar harganya.

Setelah berhasil membunuh duta besar, pelaku ini lantas ditembak mati oleh sekelompok pasukan khusus yang datang mengepungnya.

Seperti dilansir dari The Guardian, dari investigasi yang dilakukan kemudian, terungkap bahwa pelaku bernama Mevlut Mert Altintas. Dia adalah polisi anti huru-hari Turki yang lahir pada 1994 dan menempuh pendidikan di akademi kepolisian Izmir.

Mengenai insiden ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebutnya sebagai aksi provokasi untuk menyabotase upaya Rusia dan Ankara untuk mengatasi konflik di Suriah.

"Kejahatan ini jelas adalah tindakan provokasi terhadap upaya normalisasi hubungan antara Turki dan Rusia serta dapat menganggu upaya mewujudkan perdamaian di Suriah yang saat ini secara aktif sedang dikerjakan oleh Rusia, Turki, dan Iran," kata Putin melalui televisi.

"Hanya ada satu jawaban untuk aksi ini. Kami akan melangkah untuk memerangi terorisme dan para bandit itu akan merasakannya," sambungnya.

Sementara itu, mewakili pemerintahan Turki, menteri dalam negeri Suleyman Soylu mengatakan bahwa pemerintah turut berbelasungkawa atas peristiwa yang melukai masyarakat Rusia tersebut.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved