Berita Madiun

Pengelola Gedung Restoran Siap Saji dan Karaoke Ikut Diperiksa KPK, Untuk Apa?

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 10 saksi, terkait kasus dugaan gratifikasi proyek pembangunan Pasar Besar Kota Madiun (PKBM)

Pengelola Gedung Restoran Siap Saji dan Karaoke Ikut Diperiksa KPK, Untuk Apa?
surya/rahadian bagus
Seorang saksi yang dipanggil KPK, Hari Prasetyo dari CV Mitra Karya, mendatangi Gedung Bhara Makota, Senin (19/12/2016) siang 

SURYA.co.id|MADIUN - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 10 saksi, terkait kasus dugaan gratifikasi proyek pembangunan Pasar Besar Kota Madiun (PKBM) dengan tersangka Wali Kota Madiun, Bambang Irianto.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengungkapkan 10 saksi yang dipanggil di antaranya, Pratikno Ketua Gabpeknas, dr Agung Sulistya Wardana Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun, Trubus Reksodirejo Direktur BUMD Aneka Usaha Madiun, Yeno Harwosasongko Dirut PT Harta Rizki Graha dan Sri Susilandri Direktur PT Anugerah Putra Permana.

Kemudian, Agus Supriyanto PT Seemount Garden Sejahtera, Joko Wijayanto Direktur PT Wisesa Karya Indonesia Mandiri, Sony Hendarto Pengelola Gedung Graha ( Pizza Hut dan Inul Vista), Hanny Soetanto Pengelola Gedung Graha ( Pizza Hut dan Inul Vista) dan Ernes Anwar Rachmans Karyawan swasta (Ketua asosiasi ASPEKINDO/ Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia).

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 12.45, Kepala BPKAD Agus Purwowidagdo juga mendatangi gedung Bhara Makota, di Jalan Pahlawan, Kota Madiun. Agus Purwo langsung masuk ke dalam ruangan, begitu tiba di lokasi.

Seperti pada pemeriksaan sebelumnya, pemeriksaan digelar tertutup.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved