Berita Mojokerto

Polresta Minta Pemkot Mojokerto Tiadakan Perayaan Tahun Baru, Ini Alasannya

Gedung Olahraga (GOR) Seni dan Budaya Majapahit di Jalan Pahlawan menjadi langganan untuk upacara perayaan malam tahun baru.

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Yuli
surya/sugiharto
ARSIP - Ribuan warga Surabaya memadati Jl Gubernur Suryo Surabaya saat malam pergantian tahun 2015-2016, Kamis (31/12/2015). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Masih adanya pengerjaan proyek jalan dan pedestrian di Kota Mojokerto tak pelak akan mengganggu kemeriahan perayaan Tahun Baru 2017 nanti.

Untuk itu, Polres Mojokerto Kota meminta agar Pemkot Mojokerto tidak menggelar kegiatan apapun selama Tahun Baru, agar kemacetan jalan terkait kemeriahan bisa dikurangi.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Nyoman Budiardja menjelaskan, saat Tahun Baru 2017 mendatang, kemeriahan warga di jalan-jalan pasti tak terelakkan. Makanya, ketika ada kegiatan besar yang digelar saat momen itu, dipastikan akan ada kepadatan di jalan.

"Kalau tetap digelar, tentu akan macet itu," tuturnya kepada wartawan, Minggu (18/12/2016).

Apalagi, saat ini pemkot memang masih menggarap beberapa proyek, dari pengaspalan ulang jalan di hampir seluruh jalan protokol, hingga pembuatan gorong-gorong untuk mengantisipasi banjir di Jalan Pahlawan dan Jalan Gajah Mada.

Proyek itu memang terlihat memakan badan jalan, sehingga kemacetan selalu menghiasi Kota Onde-onde ini.

"Proyek ini dilakukan di sebagian kota," katanya.

Dia juga mencontohkan kondisi Gedung Olahraga (GOR) Seni dan Budaya Majapahit di Jalan Pahlawan.

Lokasi itu menjadi langganan untuk upacara perayaan malam tahun baru. Tapi karena di ruas jalan itu masih ada proyek pedestrian dan gorong-gorong, maka terpaksa untuk tahun ini harus ditiadakan.

"Kalau kegiatan di GOR sebenarnya tak ada masalah, tapi parkirnya pasti bikin macet. Proyek gorong-gorongnya saja sudah memakan badan jalan, apalagi ditambah acara itu. Makanya, saya minta pemkot untuk tak menggelar kegiatan apapun," tegasnya.

Terkait hal itu, Kabag Humas dan Protokol Pemkot Mojokerto, Heryana Dodik Murtono menyadari kondisi itu, sehingga pemkot terpaksa meniadakan perayaan pergantian tahun baru 2017. "Kami sudah menyadari hal ini," katanya.

Penggarapan proyek di jalan utama memang masih dalam proses pengerjaan dan itu saja sudah cukup membuat lalu lintas menumpuk, apalagi jika ditambah perayaan. "Kalau ada perayaan, otomatis nanti akan ada konvoi dan kepadatan warga. Agar semua tetap kondusif, maka tak ada kegiatan Tahun Baru," ujarnya.

Namun agar pemkot tetap menggelar kegiatan positif, pemkot akan mengadakan doa bersama sebelum Tahun Baru 2017 atau pada 30 Desember.

"Hanya kegiatan itu saja dan tidak digelar secara terbuka, namun indoor," pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved