Berita Mojokerto

Bertemu di Makam, Pria ini Tiba-tiba Hajar Tetangga, setelah Dilaporkan Polisi ternyata . . .

KETIKA sudah ada di area pemakaman dan sedang khusyuk berdoa bagi arwah keluarganya, tiba-tiba Rifai mendatangi Suparman.

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Parmin
surya/sudarma adi
M Rifai (44) warga Dusun/Desa Sawoan Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto di kantor polisi. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Hanya karena salah paham, M.Rifai (44), warga Dusun/Desa Sawoan Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto ini tiba-tiba nekat menghajar tetangganya sendiri, usai ziarah ke makam.

Tak pelak, pelaku yang juga pedagang ini harus mendekam di sel tahanan Polsek Kutorejo.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto menjelaskan, peristiwa yang terjadi pada Jumat (13/12) siang itu bermula ketika korban Suparman (55), warga Dusun/Desa Sawoan berziarah ke makam keluarganya di pemakaman desa.

"Korban yang juga petani ini memang sering menyempatkan untuk berziarah ke makam keluarga," ujarnya kepada wartawan, Minggu (18/12/2016).

Ketika sudah ada di area pemakaman dan sedang khusyuk berdoa bagi arwah keluarganya, tiba-tiba Rifai mendatangi Suparman yang sedang berjongkok di depan makam.

Tanpa banyak cakap, Rifai menendang pantat Suparman hingga terjengkang. Kaget dengan tendangan Rifai, Suparman buru-buru minta pelaku tenang dan menjelaskan duduk persoalan.

"Namun pelaku sudah dibelit emosi tinggi, sehingga tak menghiraukan Suparman," ujarnya.

Maka, pelaku yang usianya lebih muda dari korban tanpa ampun menghajar wajah Suparman, hingga lebam dan keluar darah pada pipi kanan dan telinga kiri.

Warga sekitar yang tahu kejadian ini lalu melerai Rifai yang masih emosi tinggi. Adapun korban yang luka-luka, tak terima dengan perlakuan Rifai dan memilih melaporkan ke Polsek Kutorejo.

"Pelaku lalu dibawa ke mapolsek untuk diinterogasi terkait pemukulan itu. Dia mengaku jika korban adalah penyebab perceraian dengan istrinya," paparnya.

Namun ketika dipertemukan dengan korban, rupanya Suparman membantahnya dan menjelaskan persoalan sebenarnya.

Pelaku akhirnya menerima penjelasan itu. Namun karena korban tak terima dengan pemukulan ini, maka proses hukum terhadap duda ini tetap berjalan.

"Pelaku dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved