Berita Mojokerto

Begini bila Warga Kesal dengan Jalan Rusak, Ditanami Pisang, Tujuannya agar Pengguna Jalan . . .

BEBERAPA pengendara sepeda motor hampir terjatuh karena masuk dalam jalan rusak itu.

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Parmin
surya/sudarma adi
Warga menanam pisang dijalan yang rusak. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kecilnya saluran air, membuat air hujan sering menggenangi jalan raya Jatikulon di Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Ditambah dengan intensitas hujan yang tinggi, membuat aspal jalan di perbatasan Kabupaten dan Kota Mojokerto ini rusak dan mengelupas, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Dari pantauan yang ada, saat ini badan jalan yang bisa dipakai hanya sekira 1,5 meter saja. Sebelumnya, jalan yang ramai dilalui warga dari wilayah Kecamatan Tarik Sidoarjo ini lebarnya kurang lebih tiga meter.

Karena bagian yang rusak bisa membahayakan pengendara, maka beberapa warga di desa itu berinisiatif memasang tanda bahaya dengan menanam pohon pisang di tepi jalan dan memberi drum bekas aspal.

"Itu agar pengguna jalan waspada dengan kerusakan jalan ini. Sebab, saat banjir lubang jalan ini tak kelihatan, sehingga sangat membahayakan pengguna roda dua," tutur Anis Hadi (40), seorang warga setempat, Minggu (18/12/2016).

Dia mengungkapkan, panjang pengelupasan aspal jalan ini diperkirakan mencapai hampir 25 meter. "Itu dari pertigaan Jalan Ijen (Kota Mojokerto) ini sampai di dekat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Ya sekira 25 meteran," ujarnya.

Dari pengamatannya, beberapa pengendara sepeda motor hampir terjatuh karena masuk dalam jalan rusak itu. Makanya, untuk mencegah kecelakaan, warga menanami badan jalan yang rusak dengan pohon pisang. Tak ayal, pengguna roda empat harus mengalah dan bergantian jika mau lewat jalan ini. "Kami berharap dari pemkab bisa segera membenahi jalan ini. Itu karena sejak jalan ditanami pisang oleh warga tiga hari lalu, pemda belum merespon kerusakan ini," urainya.

Pemkab Mojokerto belum memberi perhatian atas kerusakan ini. Beberapa kali Surya mencoba menghubungi ponsel Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Mojokerto, Lutfi Ariyono, namun tak diangkat.

Sedangkan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Mojokerto, Alfiah Ernawati belum berani berkomentar terkait hal ini.

"Kami akan koordinasi dulu dengan Bina Marga terkait langkah pemkab terhadap jalan itu," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved