Berita Mojokerto

Polresta Mojokerto Larang Ormas Islam Lakukan Sweeping Atribut Non Muslim

"Surat sudah saya buat dan akan saya kirimkan ke ormas-ormas Islam," tuturnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (16/12/2016).

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Yoni
antara/zabur karuru
Polisi dibantu anjing pelacak menyisir salah satu sudut ruangan di Gereja Katolik Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/4/2015). Sterilisasi di tempat ibadah tersebut untuk mengantisipasi adanya aksi teror jelang perayaan Paskah. 

 SURYA.co.id | MOJOKERTO - Proses pengamanan menjelang rangkaian Natal dan Tahun Baru menjadi kewenangan sepenuhnya polisi.

Untuk itu, Polres Mojokerto Kota melarang semua ormas Islam untuk ikut cawe-cawe dalam melakukan sweeping atribut non muslim mendekati Natal nanti.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Nyoman Budiardja menjelaskan, dia memang sudah membuat surat imbauan kepada semua ormas Islam terkait rencana sweeping yang akan dilakukan.

"Surat sudah saya buat dan akan saya kirimkan ke ormas-ormas Islam," tuturnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (16/12/2016).

Dijelaskan, surat itu meminta pada ormas Islam agar tak melakukan tindakan yang bisa memancing kericuhan antar umat beragama.

Dari informasi yang ada, sebagian ormas Islam akan melakukan sweeping terkait atribut non muslim yang dikenakan warga muslim di tempat kerja.

Ada juga rencana membeber spanduk yang bisa memancing perpecahan antar umat beragama.

"Kalau memang ada yang seperti itu, silakan ormas terkait memberitahukan pada polisi. Biar polisi yang akan mengamankan hal ini, bukan ormas Islam," katanya.

Tak hanya itu saja, menjelang perayaan Natal nanti, polisi juga sudah mulai mensterilisasi gereja di Kota dan sebagian Kabupaten Mojokerto, yang akan digunakan ibadah Natal.

Selain sterilisasi, personil polsisi akan ditempatkan di tiap Gereja untuk mengamankan proses ibadah, agar ancaman terorisme bisa dihadang.

"Sterilisasi dan penempatan polisi ini terutama pada rangkaian ibadah Natal nanti," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Selain sterilisasi Gereja, polisi sebenarnya sudah meminta tim penjinak bom (jibom) untuk turun dan memeriksa kondisi gereja di Kota Mojokerto.

Namun melihat jadwal tim jibom yang padat, maka pemeriksaan dari tim ini kemungkinan baru perayaan Natal nanti atau 25 Desember.

"Kami menyesuaikan dengan jadwal tim jibom. Dengan pengamanan seperti ini, maka terorisme bisa dicegah," pungkasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved