Berita Lifestyle
Kalung, Tak Sekedar Aksesori Penghias Leher, Perhatikan Juga yang Ini!
Saat MEMILIH KALUNG harus memperhatikan juga panjang atau pendeknya leher pengguna.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA – Memilih kalung ternyata tidak bisa sembarangan.
Mayoritas pecinta mode mengenakan kalung sesuai jenis, bentuk, dan bahan kalung yang sedang hits atau tren saat itu.
Padahal, memilih kalung harus memperhatikan juga panjang atau pendeknya leher pengguna.
“Khususnya saat ini muncul kalung jenis choker yang harus dengan sangat berhati-hati ketika akan memakainya,” kata Idayati, desainer Alvera Fashion and Creative.
Kalung jenis choker atau dalam bahasa Indonesia berarti “pencekik” adalah kalung berupa selembar kain atau dengan tambahan ornamen atau liontin yang melilit ketat pada bagian tengah leher.
Choker tentunya lebih cocok jika digunakan oleh pemilik leher jenjang dan ramping sehingga choker terlihat indah dan mempercantik leher.
Untuk pemilik leher pendek, saran Ida, gunakanlah kalung dengan tali yang memanjang hingga ke bagian dada sehingga memberikan kesan leher yang lebih panjang.
Sedangkan untuk pemilik dada besar, sebaiknya memilih kalung dengan liontin yang akan terletak di atas bagian dada.
Ukurannya bisa disesuaikan, namun lebih baik tidak terlalu besar.
Pengguna hijab juga bisa menghiasi bagian kosong di bawah untaian hijabnya dengan kalung.
Karena tali kalung tidak akan terlalu terlihat, pemilihan bahan tali bisa lebih bebas asalkan nyaman ketika dikenakan di bawah hijab.
“Sebaiknya tali yang kecil sehingga tidak mengganggu hijabnya,” kata Ida.
Pemakai hijab bisa mengenakan kalung berliontin signature berukuran besar terutama jika mengenakan pakaian polos dan hanya terdiri dari satu warna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-lifestyle-choker_20161215_124301.jpg)