Berita Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Disambati Pedagang Malah Ingin Merevitalisasi Pasar

Inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok jelang Natal dan Tahun Baru dilakukan Wali Kota Mojokerto ke Pasar Tanjung Anyar, Rabu (13/12/2016).

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Musahadah
surya/sudharma adi
Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus saat sidak di Pasar Tanjung Anyar, Rabu (14/12/2016) 

SURYA.co.id|MOJOKERTO - Inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok jelang Natal dan Tahun Baru dilakukan Wali Kota Mojokerto ke Pasar Tanjung Anyar, Rabu (13/12/2016).

Sidak ini dimanfaatkan pedagang pasar induk di Kota Mojokerto untuk wadul atau mengadu.

Mereka mengadukan pedagang yang berjualan di depan pasar, sehingga mengganggu lalu lintas di Jl Residen Pamudji.

Awalnya, sidak dilakukan Wali Kota Mas'ud Yunus dengan mengunjungi beberapa toko dan lapak di pasar itu, untuk mengetahui ketersediaan bahan pangan dan kemungkinan adanya lonjakan harga.

Ketika rombongan Wali Kota mengunjungi lapak milik Sutinah (50), tanpa diduga pedagang sayur ini mengadukan kepada Wali Kota terkait banyaknya pedagang yang berjualan di depan pasar.

"Niku Pak Wali, sak niki kathah sing sadean teng ngajenge pasar (Itu lho Pak Wali, sekarang banyak yang berjualan di depan pasar)," jelas Sutinah kepada Walu Kota, Rabu (14/12).

Menurut warga Jalan Empu Nala Kota Mojokerto ini, akibat banyak yang berjualan di depan pasar, para pedagang yang berjualan di dalam pasar banyak yang tidak laku.

"Kathah sing blonjo teng ngajenge pasar. Nek blonjo nggih ngajenge pasar (Banyak yang jualan di depan pasr. Konsumen kalau belanja juga di depan pasar)," keluhnya.

Terkait hal ini, Mas'ud Yunus tak menampik jika kondisi Pasar Tanjung Anyar sudah tak layak, sehingga perlu ada pembenahan.

"Berdasarkan Perda tentang RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), pasar ini direvitalisasi, bukan relokasi," paparnya.

Untuk melakukan revitalisasi, ada kesulitan tempat yang akan dijadikan penampungan sementara bagi pedagang pasar.

"Kalau secara multi years sepertinya tak mungkin, karena masa jabatan saya hanya tinggal dua tahun," terangnya.

Makanya itu, pemkot muncul opsi dimana pembangunan pasar diambilalih pihak ketiga.

"Ini masih kami pikirkan. Beberapa waktu lalu sudah melakukan study banding ke Bandung. Mudah-mudahan pada pertengahan tahun depan semua perencanaannya sudah matang," tuturnya.

Sementara itu, pada sidak yang didampingi Kepala Diskoperindag Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo dan beberapa Kepala SKPD lain, diketahui tidak ada lonjakan harga yang berarti.

Kenaikan harga yang terjadi masih wajar. Sedangkan persediaan beras masih aman.

"Hanya cabe kecil yang mengalami lonjakan, karena memang cuaca musim hujan sehingga banyak cabe yang busuk. Daging ayam dan bawang merah mengalami kenaikan hanya seribu rupiah. Sedangkan stok beras masih aman. Mudah-mudahan menjelang Natal dan Tahun Baru tidak ada lonjakan harga," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved