Berita Bangkalan Madura

Proyek Rehab SDN Saplasah, Komisi DPRD Bangkalan Dibuat Heran

"Besok akan kami hadirkan semuanya dalam rapat terbuka untuk mengklarifikasi kenapa proyek itu terhenti. Pertanggung jawaban kepala sekolah sebagai pe

Proyek Rehab SDN Saplasah, Komisi DPRD Bangkalan Dibuat Heran
surya/Ahmad Faisol
Siswa SDN Saplasah KecamataN Sepulu memilih jongkok sambil bersandar ke dinding kelas karena bangku sudah penuh terisi. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Terhentinya proyek perbaikan Sekolah Dasar Negeri SDN/Desa Saplasah, Kecamatan Sepulu, Bangkalan Madura memantik segudang pertanyaan di benak anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan, Abdul Rohman.

Ia berencana memanggil kepala sekolah, UPT, dan pihak dinas pendidikan setempat besok, Rabu (14/12/2016).

"Besok akan kami hadirkan semuanya dalam rapat terbuka untuk mengklarifikasi kenapa proyek itu terhenti. Pertanggung jawaban kepala sekolah sebagai pelaksana sejauh mana," ungkap Abdul Rohman kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (13/12/2016).

Ia mengaku, sebagai mitra kerja dinas pendidikan pihaknya belum pernah diberi dokumen Rencana Anggaran Belanja (RAB) terkait seluruh proyek yang berhubungan dengan pengerjaan fisik di sekolah - sekolah.

"Sebelum 2016, kami hanya tahu nilai anggarannya saja. Itu pun secara gelondongan. Di mana titik - titik pengerjaannya, kami tidak diberi tahu," ujar politisi Partai Demokrat itu kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Oleh karena itu, Komisi D akan meminta semua RAB pada pengerjaan proyek - proyek sekolah di masa mendatang. Karena selama ini, lanjutnya, pihaknya merasa kecolongan.

"Jika tidak diberikan, kami tidak akan membahas (penganggarannya). Selama ini kami mengetahui titik proyek ketika ada permasalahan," pungkasnya.

Seperti diketahui, akibat terhentinya perbaikan empat kelas itu, para siswa turut membersihkan reruntuhan material dinding kelas dengan menggunakan sekop dan kereta sorong.

Para guru juga memanfaatkan emperan kelas karena ruang kelas yang ada tidak mampu menampung 392 siswa. Bahkan seorang siswa memilih belajar dengan berjongkok sambil bersandar ke dinding kelas karena bangku sudah penuh.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved